oleh dr. Yohannessa Wulandari, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinis

Halo, Ayah dan Ibu Sehat Kejora!

Ayah dan Ibu tentu tahu bahwa nutrisi menjaga pertumbuhan sehat, meningkatkan perkembangan otak bayi dan anak, dan memperkuat sistem imun, sehingga mengurangi risiko terinfeksi virus atau penyakit terlebih lagi di saat pandemic seperti sekarang ini.

Nutrisi sangat penting pada 2 tahun pertama kehidupan anak. Nutrisi yang sesuai dengan usia anak akan mengurangi risiko overweight atau obesitas di kemudian hari, juga terhindar dari penyakit kronis di masa depan kehidupan.

Tetap teruskan pemberian ASI eksklusif bagi bayi hingga usia 2 tahun. Bagi bayi usia 6 bulan ke atas, mulai berikan MP-ASI dari bahan makanan segar dan bukan makanan olahan mengandung komposisi dari 4 grup jenis makanan (karbohidrat, protein dan lemak dari lauk hewani, nabati, sayur, serta buah) setiap harinya.

Nutrisi yang beragam dapat meningkatkan sistem imun anak. Berikan pola makan sehat seimbang terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, tak lupa sayur dan buah-buahan berwarna oranye/kuning, juga sayuran berwarna hijau tua. Ingatkan anak untuk minum air 8–10 gelas setiap harinya (termasuk dari makanan, misal sup, buah dan sayur berair seperti timun, tomat, bayam, jamur, melon, brokoli, jeruk, apel). Hindari pemberian makan makanan mengandung gula, garam, dan lemak jenuh/trans berlebihan.

Selalu utamakan makan makanan yang berasal dari masakan rumah dari bahan segar alami secara higienis untuk menjaga kualitas makanan keluarga. Dengan memasak makanan sendiri di rumah, Ayah dan Ibu mengetahui dengan jelas apa saja bahan-bahan masakan yang digunakan, dibandingkan membeli makanan jadi/junk food dari luar rumah. Ajak anak yang berusia lebih besar untuk membantu di dapur atau menyiapkan makanan di meja. Makan makanan rumah bersama keluarga mengurangi risiko kontak dengan virus.

Berikut panduan pemberian makan bagi bayi dan anak sesuai usia:

  • Usia 6–8 bulan: berikan makan 2–3 kali per hari dengan porsi setiap makan 2–3 sendok makan bertahap hingga ½ gelas atau 125 ml, konsistensi lumat/saring. Siapkan bubur saring/lumat dan tambahkan telur/daging matang, dan sayur. Buah dapat diberikan di jam selingan/snack. Jika bahan makanan segar tidak tersedia karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB), maka dapat digantikan dengan makanan keluarga yang ditumbuk (mashed) atau dibuat puree. Bila terpaksa, dapat digunakan produk kalengan/frozen dengan kandungan gula dan garamnya rendah. Konsistensi makanan lumat/saring yang diharapkan yaitu makanan cukup kental sehingga dapat menempel pada sendok. Makanan lumat/saring yang terlalu encer akan cepat membuat perut bayi terasa kenyang.
  • Usia 9–11 bulan: berikan makan 3–4 kali per hari dengan porsi setiap makan ½ gelas bertahap hingga ¾ gelas atau 200 ml, konsistensi lembik. Usia 9–11 bulan, bayi mulai belajar mengunyah makanan sehingga dapat mengonsumsi lauk yang dipotong kecil-kecil.
  • Usia 12–24 bulan: berikan makan 3–4 kali per hari dengan porsi setiap kali makan nasi ¾ gelas, lauk hewani 1 potong kecil, lauk nabati 1 potong kecil, ¼ gelas sayur, 1 potong buah. Anak mulai makan makanan keluarga dan makan sendiri dari piringnya. Tambahkan 1–2 selingan/snack sehat berupa buah atau sayur berupa potongan kecil-kecil dan lembut agar dapat digunakan sebagai finger foods. Pisang merupakan contoh yang dapat digunakan sebagai snack Hindari pemberian cemilan asin seperti keripik kemasan atau manis (kue kering, cake, coklat) atau minuman soda/konsentrat jus buah/sirup atau susu dengan rasa yang dapat dibeli dengan harga murah. Jenis makanan/minuman tersebut membahayakan kesehatan anak karena mengandung tinggi gula, garam, lemak trans, dan bahan kimiawi.
  • Jika terpaksa, bijak dalam memilih makanan instan bagi bayi/anak. Perhatikan kandungan nutrisi, pilihlah makanan yang tidak mengandung tinggi gula, garam, atau lemak trans/jenuh, serta seimbangkan dengan masakan rumah dari bahan segar.

Berikut panduan pemberian makan sesuai jenis makanan:

  • Protein diberikan sebanyak 2–3 porsi sehari. Protein hewani ikan (salah satunya jenis oily fish) minimal 2 kali per minggu. Kacang-kacangan merupakan protein nabati dan disarankan bagi anak di atas usia 5 tahun.
  • Buah untuk anak usia 2–3 tahun sebanyak 200 ml per hari, usia 4–13 tahun sebanyak 350 ml
  • Sayur untuk anak usia 2–3 tahun sebanyak 200 ml per hari, usia 4–8 tahun sebayak 350 ml per hari. Variasikan sayuran antara lain sayuran dengan daun berwarna hijau, sayuran warna merah dan oranye.
  • Usahakan /tidak memasak sayur dan buah ovecooked karena dapat kehilangan beberapa sumber vitamin.
  • Jika terpaksa harus memakan sayur buah kalengan/kering, pilihlah tanpa tambahan garam atau gula.

Editor: drg. Rizki Amalia

Sumber: Unicef, WHO EMRO, Perinasia Pelatihan MPASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *