oleh Anita Carolina, S.Psi, M.Psi.

Psikolog

 

Hallo Keluarga Sehat Kejora Indonesia! Bagaimana kabar Ayah dan Bunda? Semoga selalu diberikan perlindungan dan kesehatan oleh Tuhan YME.

Saat ini kita bersama-sama sedang mengalami pandemi Covid-19 secara global. Tentu, pendemi ini membawa banyak perubahan ya. Kita harus bekerja, belajar, beraktivitas, dan beribadah dari rumah. Ayah dan Bunda harus bekerja dari rumah, mengurus kebutuhan rumah tangga, menemani dan mendampingi si kecil yang belajar di rumah. Belum lagi jika si kecil rewel dan kita sedang banyak sekali pekerjaan, sambil terus menjaga kesehatan keluarga kita.

Perubahan dan tekanan yang kita hadapi ini, bisa membuat Ayah dan Bunda, serta si kecil menjadi rentan terhadap stress. Untuk itu, kita perlu bisa beradaptasi dengan situasi seperti ini, termasuk beradaptasi dengan perubahan peran dalam parenting. Yuk, simak bagaimana Ayah dan Bunda bisa beradaptasi dan ber-partner dalam proses parenting selama pandemi global ini!

Parenting = Partnering

Pertama-tama, Ayah dan Bunda perlu memahami, bahwa parenting adalah partnering. Artinya, Ayah dan Bunda memiliki peran yang sama penting dan perlu bekerja sama dalam merawat dan mendidik si kecil. Hubungan yang positif dalam ber-partner bersama pasangan, akan memudahkan Ayah dan Bunda menjadi partner yang baik dalam parenting. Apalagi, di tengah situasi seperti ini, penting sekali bagi Ayah dan Bunda untuk bisa saling ber-partner demi menciptakan sinergi positif selama #dirumahaja. Bagaimana bisa ber-partner dalam parenting di situasi pandemi seperti ini?

  1. Saling Mendukung. Dalam parenting, apalagi di saat seperti sekarang ini, dukungan emosional dari pasangan adalah hal yang amat diperlukan agar Ayah dan Bunda bisa selalu kuat dalam menghadapi ini semua. Jangan lupa untuk saling menghargai dan mengapresiasi pasangan kita ya, Ayah dan Bunda.
  2. Saling Berkomunikasi. Ayah dan Bunda perlu saling terbuka dan berdiskusi tentang pembagian peran, kesepakatan, dan aturan dalam mengurus si kecil di rumah. Komunikasi penting dibangun, sebagai antisipasi perubahan situasi yang sulit seperti sekarang ini. Selain itu, dengan komunikasi yang terbuka, akan memudahkan Ayah dan Bunda dalam membagi peran dan tanggung jawab selama #dirumahaja.
  3. Aktif Berpartisipasi. Dalam situasi pandemi global, Ayah dan Bunda perlu sama-sama saling mendukung dan aktif berpartisipasi dalam mengurus rumah tangga dan merawat si kecil. Dengan aktif berpartisipasi dan saling berbagi tanggungjawab, tentu pekerjaan rumah tangga dan merawat si kecil tentu bisa lebih mudah dilakukan, bukan?
  4. Quality Time dengan Pasangan. Jangan lupa untuk tetap menyediakan waktu berkualitas bersama pasangan ya, Ayah dan Bunda agar keharmonisan dalam rumah tanga tetap bisa terjaga. Sempatkan waktu untuk ngobrol berdua dengan pasangan, nonton di rumah, atau melakukan hobi dan aktivitas menyenangkan berdua.

 

Selanjutnya, bagaimana tips dalam merawat si kecil selama pandemi ini?

  1. Berikan Briefing pada Si Kecil

Ayah dan Bunda bisa menjelaskan pada si kecil mengenai:

  • Situasi dan perubahan saat ini
  • Perbedaan belajar di rumah vs sekolah
  • Perubahan rutinitas, termasuk bila Ayah dan Bunda bekerja dari rumah

Hal ini akan membantu anak untuk antisipasi terhadap perubahan.

  1. Atur Schedule dan Kesepakatan

Mengatur ulang rutinitas harian, membuat schedule, dan kesepakatan bersama selama #dirumahsaja bisa membantu si kecil lebih disiplin. Hal ini juga membantu mengantisipasi masalah-masalah yang akan terjadi selama Ayah, Bunda, dan si kecil berada di rumah saja. Tips:

  • Buat rutinitas yang fleksibel namun konsisten
  • Buat jadwal (time line) yang jelas
  • Buat kesepakatan: apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak selama #dirumahsaja
  1. Team Work

Berkegiatan #dirumahsaja, bisa jadi sarana untuk Ayah dan Bunda memperkenalkan tanggung jawab dan melatih kemandirian si kecil, loh! Ajarkan si kecil mengenai daily life skill ya, Ayah dan Bunda! Lalu, ajak si kecil untuk bekerjasama dalam membangun kebiasaan selama di rumah.

  1. Work Station

Jika Ayah dan Bunda juga bekerja dari rumah, dan si kecil juga sekolah di rumah; Ayah dan Bunda bisa membuat suasana belajar dan bekerja yang kondusif. Misalnya, dengan menyiapkan ruangan / meja khusus untuk belajar dan bekerja yang minim distraksi. Hal ini akan membantu Ayah, Bunda, dan si kecil lebih fokus dan produktif selama beraktivitas #dirumahsaja.

  1. Ciptakan Jam Kerja Bersama

Atur jam kerja bersama agar Ayah, Bunda, dan si kecil bisa bersama-sama menyelesaikan tugas masing-masing.

  1. Siapkan Anak Belajar (dan Kita Bekerja)

Sebelum sekolah / kerja online, siapkan diri layaknya ketika kita dan si kecil harus ke kantor dan sekolah. Jangan lupa untuk, mandi yang bersih, pakai baju rapi, dan sarapan agar kita dan si kecil siap untuk belajar dan bekerja.

  1. Family Time

Meskipun rasanya ribet dan bikin pusing, momen #dirumahaja bisa jadi sarana untuk meningkatkan waktu kebersamaan dengan keluarga. Ciptakan waktu berkualitas bersama si kecil ya. Selama family time, Ayah dan Bunda perlu fokus pada interaksi dan afeksi si kecil. Berikan pelukan, kata-kata kasih sayang, dan luangkan waktu beraktivitas bersama, ya. Momen ini bisa merekatkan keluarga, loh!

  1. Me-Time

Secapek-capeknya mengurus pekerjaan, rumah tangga, dan si kecil di tengah situasi penuh tekanan seperti ini, Ayah dan Bunda tetap perlu melakukan self-care ya, demi menjaga kesehatan mental kita. Karena, mental yang sehat juga akan mendorong kita lebih produktif, lebih positif, dan menjaga imunitas tubuh kita. Jangan lupa istirahat dan ambil waktu untuk me-time ya, Ayah dan Bunda!

  1. Tetap Tenang dan Kelola Stress

Masa-masa ini adalah masa saat stress mudah menyerang. Ayah dan Bunda perlu bisa mengelola stress, merawat diri dengan baik, agar kita bisa merawat anak-anak kita.

  1. Anda Tidak Sendiri

Saat ini, ada jutaan orangtua yang mengalami hal sama dengan Ayah dan Bunda. We’re in this together! Ayah dan Bunda akan bisa melewati ini semua!

Terakhir, kami selaku tim Kejora, ingin mememberikan apresiasi sebesar-besarnya pada semua Ayah dan Bunda!

Terima kasih, karena Bunda bisa:

  • Bekerja dari rumah, sambil urus rumah, suami, dan anak (jangan lupa urus diri sendiri ya, Bunda!).
  • Meeting online sama bos, sambil gendong si kecil atau nemenin si kecil sekolah
  • Mendampingi si kecil sekolah dan belajar, ikut beradaptasi dengan sistem sekolah online yang masih membingungkan, sambil adaptasi juga sama sistem WFH (Work from Home).
  • Berkoordinasi dengan guru sekolah si kecil, sambil berkoordinasi dengan suami, Pak bos di tempat kerja, dan bapak GoFood yang lagi kirim makanan buat keluarga.
  • Masak di rumah, cari resep-resep kekinian di instagram / youtube, agar keluarga tetap terpenuhi gizi dan kesehatannya.
  • Tetap ber-partner bersama suami, bekerja bersama, demi keluarga, meski sama-sama repot, belum lagi urus mertua.
  • Menahan emosi dan amarah demi keharmonisan keluarga, meski susah dan capek sekali rasanya.

Bunda tidak perlu sempurna (Tidak mungkin juga bisa sempurna), tapi Bunda bisa! Bunda hebat! Terima kasih, Bunda!

Terimakasih, karena Ayah bisa:

  • Ikut nemenin si kecil main, sambil jaga-jaga kalau bos telpon.
  • Fokus kerja di rumah, dengar meeting online kantor, sambil dengar istri dan anak ramai di rumah, apalagi kalau si kecil lagi nangis dan istri lagi emosi.
  • Bantuin pekerjaan rumah istri, untuk cuci piring, bikin kopi, menyapu, jemur pakaian. Sambil bolak-balik urus kerjaan kantor.
  • Bekerjasama dengan istri mengurus si kecil, untuk bikinin susu, ganti popok, menyuapi si kecil makan, sambil mengatur karyawan.
  • Menahan emosi dan tekanan kerja demi menjaga ekonomi dan kebutuhan keluarga, meskipun rasanya capek dan entah kapan berakhir.
  • Memberi support dan tetap hadir secara emosi untuk keluarga.

Ayah tidak perlu sempurna, tapi Ayah keren! Ayah kuat! Terima kasih Ayah!

Semoga artikel ini dapat membantu Ayah dan Ibu dalam menjalankan parenting bagi si kecil selama pandemi global ini. We are in this together. This too shall pass. There is always a rainbow after the rain. Stay safe & healthy, Ayah dan Bunda!

Editor: drg. Sita Rose Nandiasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *