oleh dr. Nessa Wulandari, M.Gizi, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Hai, Ibu sehat Kejora!

Pernahkah Ibu mendengar tentang morning sickness atau mual muntah selama kehamilan?

Yuk, kita simak tanya jawab dengan dr. Nessa Wulandari, MGizi, SpGK yang akan menjabarkan mengenai mual muntah selama kehamilan!

Dok, apa itu morning sickness atau mual muntah selama hamil?

“Mual muntah selama kehamilan (nausea vomiting of pregnancy/NVP) biasanya terjadi antara minggu keempat dan ke-8 kehamilan, kemudian berkurang pada pertengahan trimester kedua (sekitar minggu ke-14 hingga 16) kehamilan.

Jenis NVP yang berat disebut dengan hiperemesis gravidarum (HEG), yaitu mual muntah yang berlebihan. HEG dapat menyebabkan penurunan berat badan, juga ketidakseimbangan ion (elektrolit) dalam tubuh.”

Kenapa sih bisa mual dan muntah saat ibu hamil, Dok?

“NVP atau HEG terutama terjadi akibat peningkatan hormon kehamilan yang dinamakan human chorionic gonadotropin (hCG), juga progesteron. Namun, faktor-faktor lain dapat memengaruhi terjadinya NVP misalnya kontaminasi bakteri berbahaya dalam makanan/minuman, infeksi, ataupun faktor psikologis.”

Jadi, ada juga mual dan muntah berat, ya, Dok. Kalau mengalami mual dan muntah berat, apa yang harus dilakukan ibu hamil?

“Ibu sehat Kejora, apabila mengalami mual dan muntah berat sehingga mengurangi asupan makanan, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan ya! Hati-hati juga dalam mengonsumsi obat anti mual/muntah tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.”

Tips dan trik apa saja yang bisa dilakukan ibu hamil untuk mengatasi mual dan muntah ringan dari segi nutrisi, Dok?

“Berikut kiat-kiat mengatasi mual dan muntah ringan saat kehamilan dari segi nutrisi:

  • Makan porsi kecil namun sering
  • Selingan atau snack tinggi protein contoh keju atau daging tanpa lemak (lean meat)
  • Hindari makanan porsi besar, sangat manis, pedas, atau tinggi lemak, bila tidak dapat ditoleransi.
  • Hindari makanan dengan aroma atau bumbu yang menyengat
  • Hindari langsung berbaring setelah makan
  • Hindariskipping meals
  • Saat mual muntah, jangan paksa untuk makan. Sementara itu, dapat mengemut es batu, setelah mual muntah mereda dapat mencoba makan makanan porsi kecil
  • Usahakan makan di tempat dengan sirkulasi udara lancar, bebas dari bau-bauan
  • Makan dan minum secara perlahan, tidak terburu-buru. Beri jeda antara makan dan minum (dibandingkan dengan minum saat sedang makan)
  • Hindari dehidrasi dengan tetap sering minum, di sela-sela jam makan
  • Jahe (jahe dapat memberikan manfaat dalam mengurangi keluhan mual dan muntah. Dapat berupa: memasak makanan dengan bumbu jahe, meminum minuman jahe, atau biskuit jahe).”

Terima kasih dr. Nessaatas penjelasannya mengenai mual dan muntah saat kehamilan. Jadi, Ibu Sehat Kejora tidak perlu khawatir ya bila mengalami mual dan muntah karena dapat mengikuti tips dan trik yang sudah dijelaskan oleh dr. Nessa.

Editor: Rizki Amalia

Sumber:

  1. American College of Obstetricians & Gynecologists (ACOG)
  2. Nutrition and Diagnosis-related Care (Escott-Stump)

 

351total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *