oleh dr. Devi Marischa Malik

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi

 

Halo Ibu dan Ayah Kejora! Apakah Ibu dan Ayah sudah tau ragam-ragam kontrasepsi? Mari kita kenali jenis-jenisnya agar Ibu dan Ayah dapat menentukan jenis kontrasepsi yang nyaman.

Tujuan dari digunakannya kontrasepsi adalah untuk menunda kehamilan, mengatur atau menjarangkan kehamilan, dan mengakhiri masa kehamilan. Idealnya, kontrasepsi memiliki harga yang tidak terlampau mahal, mudah digunakan dengan efek samping yang minimal, siklus menstruasi dapat segera kembali normal saat dihentikan, mudah didapatkan, memiliki tingkat efektivitas yang tinggi, dan dapat digunakan oleh orang non medis.

Jenis-jenis kontrasepsi yang tersedia saat ini ada bermacam-macam:

  1. Alami:

Contoh kontrasepsi alami adalah seperti metode kalender, pantang berkala, dan pemeriksaan lendir serviks. Pada dasarnya, kontrasepsi jenis ini bertujuan agar Ibu dapat mengetahui kapan masa subur sehingga dapat mencegah terjadinya pembuahan dan tidak terjadi kehamilan.

  1. Penghalang atau barrier:

Jenis kontrasepsi yang termasuk penghalang adalah spermisida atau kondom. Pemakaian kondom selain cukup efektif dalam mencegah kehamilan, juga bisa mencegah dari terjadinya Penyakit Menular Seksual.

  1. Hormonal:

Contoh kontrasepsi yang mengandung hormon yaitu pil, suntikan seperti DMPA, atau implan. Kontrasepsi hormonal dapat mengandung satu jenis hormone atau dua (kombinasi). Hormon tunggal hanya mengandung hormon progestin seperti pil, suntikan berupa DMPA, dan implan. Sedangkan, kontrasepsi hormonal kombinasi mengandung hormon progestin dan estrogen, seperti pil dan suntikan.

Kontrasepsi hormonal memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi hingga 99%. Namun, perlu diingat bahwa pemakaian kontrasepsi ini tidak melindungi dari penyakit menular seksual. Pil dan suntikan relatif sangat mudah untuk digunakan, namun untuk implant membutuhkan tenaga medis untuk pemasangannya.

  1. Non hormonal:

Spiral atau intrauterine device (IUD) adalah jenis kontrasepsi non hormonal. Jenis ini memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi, yaitu > 97%. Namun, pemasangannya membutuhkan keterampilan dari tenaga medis.

  1. Kontrasepsi mantap:

Kontrasepsi mantap adalah tindakan sterilisasi yang dapat terdiri atas vasektomi (pada laki-laki) dan tubektomi (pada perempuan). Jenis kontrasepsi ini bersifat permanen, meskipun pernah tercatat terjadi kehamilan pada penggunanya. Angka kegagalannya berkisar antara 0,8% sampai dengan 3,7%. Untuk membuka kembali kontrasepsi jenis ini membutuhkan tindakan operatif dengan angka keberhasilan yang relatif kecil.

Bila Ibu dan Ayah ingin menunda masa kehamilan, mengatur atau menjarangkan kehamilan, Ibu dapat menggunakan jenis kontrasepsi pil, IUD, suntik, atau implan. Sedangkan, untuk mengakhiri kehamilan, pilihan yang paling tepat adalah kontrasepsi mantap atau steril. Namun selain itu Ibu juga dapat menggunakan IUD.

Pada keadaan khusus seperti Ibu menyusui, pasca melahirkan, pasca keguguran, atau kedaruratan, maka pilihan kontrasepsinya pun khusus. Maka dari itu, Ibu harus berkonsultasi lebih dahulu ke tenaga kesehatan terdekat, misalnya bidan, dokter umum, atau dokter spesialis kandungan.

Metode kontrasepsi ternyata ada banyak jenisnya ya, Ayah dan Ibu. Semoga dengan mengetahui ragamnya, Ayah dan Ibu dapat menentukan pilihan yang terbaik.

Editor: dr. Nurul Larasati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *