oleh dr. Ellen Wijaya, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

 

Halo Ayah dan Bunda Kejora

Tanggal 4 Februari merupakan peringatan ‘Hari Kanker Sedunia’ sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah, melakukan deteksi dini serta pengobatan yang tepat terhadap kanker. Tema besar ‘Hari Kanker Sedunia’ tahun 2021 adalah “I Am And I Will” dengan sub-tema “Together, all our actions matter” .

Penyakit keganasan atau yang lebih sering disebut kanker merupakan penyakit yang ditandai oleh pertumbuhan dan penyebaran sel-sel abnormal dalam tubuh. Kanker bisa terjadi pada anak, maupun dewasa. Menurut data Global Cancer Statistic (GLOBOCAN) 2018, kanker anak menyumbang 1% dari total kanker diseluruh dunia, dan kejadiannya berkisar antara 50 hingga 180 per juta jiwa per tahun. Data statistik dari International Agency of Reasearch Cancer (IARC), memperkirakan bahwa sebanyak 80% anak yang terdiagnosis kanker berada di negara berkembang. Di Indonesia terdapat sekitar 11.000 kasus kanker anak setiap tahunnya.

Terdapat dua jenis penyakit keganasan pada anak, yaitu tumor padat dan keganasan sel darah atau yang sering kita dengar sebagai leukemia. Tumor padat ganas merupakan keganasan dari organ tubuh selain darah, misalnya retinoblastoma adalah tumor padat ganas di dalam bola mata yang berkembang dari sel retina. Jenis keganasan pada anak yang terbanyak adalah leukemia, yaitu sebesar 30-40% dari seluruh keganasan pada anak dengan puncak usia 2-5 tahun.

Penyebab terjadinya kanker pada anak tidak diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor risiko, di antaranya adalah paparan radiasi atau zat kimia lainnya, faktor genetik, kelainan kromosom atau adanya mutasi DNA, dan infeksi virus (Epstein-Barr, Hepatitis B, Human Herpes dan HIV).

Hal yang penting dilakukan Ayah dan Bunda Kejora adalah melakukan deteksi dini adanya tanda penyakit keganasan pada anak. Beberapa tanda awal penyakit keganasan pada anak, diantaranya

  • Demam, pucat, kelelahan, perut membesar, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
  • Benjolan yang makin membesar dalam waktu singkat.
  • Tanda perdarahan, misalnya bintik-bintik merah yang tidak hilang saat ditekan, memar yang timbul spontan, perdarahan gusi atau mimisan tanpa sebab yang jelas.
  • Nyeri kepala, terutama disertai muntah-muntah di pagi hari atau penglihatan kabur atau ganda.
  • Mata terlihat seperti mata kucing ketika terkena cahaya.
  • Nyeri tulang atau sendi.

Jika terdapat satu atau lebih gejala pada anak, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk konfirmasi apakah gejala yang dijumpai tersebut benar kanker atau bukan. Terapi yang diberikan pada stadium awal akan memberikan hasil yang lebih baik, sebaliknya pada stadium yang lebih lanjut memerlukan tata laksana yang lebih kompleks karena penyakit telah menyebar ke banyak bagian tubuh sehingga menimbulkan gejala yang lebih berat.

Kita bisa loh mencegah terjadinya kanker pada anak. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melakukan promosi kesehatan bagi para orang tua untuk mengajarkan perilaku CERDIK pada anak sejak masa kanak-kanak agar terhindar dari berbagai jenis kanker yang timbul di usia dewasa.

CERDIK adalah

Cek kesehatan secara berkala;

Enyahkan asap rokok dengan menghindari paparan asap rokok;

Rajin aktifitas fisik;

Diet sehat dan seimbang;

Istirahat cukup;

Kelola stres.

Mari Keluarga Kejora, kita ambil bagian dalam upaya pencegahan dan deteksi dini adanya kanker pada anak!

 

Editor : drg. Putu Ayu Pradnya Swastiantari (@putuayupradnya)

 

Referensi

  • Bray F, Ferlay J, Soerjomataram I, Siegel RL, Torre LA, Jemal A. Global cancer statistics 2018: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA Cancer J Clin. 2018;68:394-424.
  • Handayani K, Sitaresmi MN, Supriyadi E, dkk. Delays in diagnosis and treatment of childhood cancer in Indonesia. Pediatr Blood Cancer. 2016;63:2189-96.
  • P2PTM Kementerian Kesehatan RI. Kenali gejala dini kanker pada anak. 2018. [Tersedia pada: http://www. p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/pusat-/kenaligejala-dini-kanker-pada-anak] [Diakses: 4 Februari 2020]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *