oleh dr. Anesia Tania, SpKK

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Hai, tahukah keluarga Kejora kalau kebiasaan mencuci tangan itu ternyata penting sekali, bahkan bisa mencegah infeksi berbahaya yang dapat membuat kita dirawat di rumah sakit?

Infeksi yang dapat terjadi akibat malas mencuci tangan pun bervariasi, dimulai dari infeksi ringan seperti flu, atau infeksi yang lebih berat, seperti radang selaput otak, bronkitis, dan hepatitis. Selain itu, infeksi lain yang sering dijumpai adalah infeksi saluran napas atas dan infeksi saluran pencernaan (diare). Tercatat bahwa sekitar 1,8 juta balita di dunia meninggal setiap tahunnya karena radang paru dan diare.

Bakteri penyebab infeksi tersebut seringkali ditularkan melalui kontak dengan orang lain atau barang yang tercemar. Beberapa tindakan yang dapat menjadi sarana penyebaran bakteri antara lain yaitu:

  1. Memegang makanan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, padahal sebelumnya tangan tersebut telah bersentuhan dengan kotoran atau popok
  2. Menyentuh barang yang terkena air liur dari bersin atau batuk
  3. Tidak mencuci tangan setelah bermain dengan binatang peliharaan kesayangan
  4. Tidak mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan yang tidak dimasak, seperti salad
  5. Memegang anggota tubuh, seperti mata, kulit, hidung, mulut yang sedang mengalami infeksi

Secara umum, ketika keluarga Kejora memakan atau menyentuh bagian tubuh tertentu tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, bakteri dari tangan yang tercemar tersebut dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi. Maka dari itu, mencuci tangan dapat mencegah penyebaran bakteri ke orang lain sekaligus melindungi diri sendiri. Diperkirakan bahwa mencuci tangan dengan sabun dapat melindungi 1 dari 3 anak yang mengalami diare dan 1 dari 5 anak yang mengalami pneumonia.

Bagaimana cara mencuci tangan yang baik?

  1. Basahi tangan dengan air yang bersih dan mengalir
  2. Gunakan sabun dan cuci tangan selama 20 detik. Gunakan sabun biasa dengan formulasi lembut sehingga tidak membuat tangan menjadi kering. Apabila menggunakan sabun antiseptik, sebaiknya sabun tersebut tidak terlalu sering digunakan.
  3. Cuci bagian sela jeri, punggung tangan, bawah kuku, dan pergelangan tangan
  4. Bilas sabun hingga bersih
  5. Keringkan dengan handuk bersih atau tisu

Kapan saja harus mencuci tangan?

  1. Sebelum menyentuh makanan dan minuman, baik saat menyiapkan makanan, memasak, ataupun makan
  2. Setelah menggunakan kamar mandi
  3. Setelah membersihkan rumah
  4. Setelah memegang binatang, termasuk binatang peliharaan
  5. Setelah mengunjungi atau merawat orang sakit
  6. Setelah batuk, bersin atau mengeluarkan lendir hidung
  7. Setelah beraktivitas di luar ruangan

Apakah boleh menggunakan hand sanitizer atau pembersih yang tidak dibilas?

  • Bila tidak tersedia air bersih dan sabun, boleh menggunakan hand sanitizer dengan kandungan alkohol 60%-90%. Hand sanitizer yang tidak mengandung alkohol tidak bekerja baik pada semua bakteri, melainkan hanya mengurangi jumlah bakteri, sehingga bakteri menjadi resisten terhadap produk tersebut
  • Hand sanitizer tidak bisa menghilangkan semua bakteri dan tidak efektif bila digunakan pada tangan yang kotor dan berminyak
  • Gunakan hand sanitizer sesuai petunjuk di kemasan. Pastikan seluruh area tangan telah terkena hand sanitizer tersebut

Edited by drg. Dinda Laras Chitadianti

Sumber:
https://www.cdc.gov/handwashing/show-me-the-science-hand-sanitizer.html
http://www.health.state.mn.us/handhygiene/why/5ways.html

251total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *