oleh drg. Stella Lesmana, Sp.KGA

Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

Sebenarnya, bagaimana sih proses gigi susu bisa berganti menjadi gigi tetap? Jadi saat gigi tetap sudah siap untuk muncul ke rongga mulut, secara perlahan ia akan naik dan “mengikis” akar gigi susu sehingga gigi susu akan goyang dan kemudian tanggal. Setelah itu gigi permanen akan muncul menggantikan posisi gigi susu. Ada banyak kasus gigi permanen sudah tumbuh terlebih dulu (muncul sedikit, biasa orang tua dapat meilihat ada warna putih keras muncul) di depan atau di belakang gigi si gigi susu, namun gigi susunya masih kokoh berdiri dan tidak goyang sama sekali. Dalam kondisi demikian biasanya gigi susu lebih sulit untuk tanggal dengan sendirinya karena akarnya tidak terkikis dengan sempurna. Jika gigi pengganti tumbuh di belakangnya maka hanya bagian belakang akar gigi susu yang terkikis, demikian juga sebaliknya. Pengikisan yang tidak sempurna ini menyebabkan gigi tetap kokoh atau hanya goyang sedikit, namu ntidak kunjung tanggal. Oleh karena itu anak perlu dibawa ke dokter gigi untuk diperiksa dan kemungkinan gigi susunya harus dicabut, dengan demikian gigi tetapnya akan dapat tumbuh di jalur yang benar.

Mengapa gigi permanen tersebut tumbuh di depan atau di belakang gigi susunya? Antara lain biasanya karena kekurangan ruangan. Jadi, rahang manusia ibarat lahan suatu kompleks perumahan (tanah kosong). Sebuah gigi ibarat satu bangunan rumah. Kalau luas lahan kompleks rumah pas-pasan dengan luas total seluruh rumah, maka jarak antar rumah satu dengan yang lain menjadi sempit dan berdempet, bukan? Jika rahang kita kecil maka jarak antar gigi kita menjadi kecil atau bahkan tidak berjarak alias bertumpuk. Ukuran rahang dipengaruhi faktor genetik dan kebiasaan mengunyah. Anak yang sering mengemut makanan atau lebih banyak makan makanan dengan tekstur lunak pada umumnya rahangnya lebih kecil. Mengunyah makanan merangsang otot untuk bekerja sehingga pertumbuhan rahang juga optimal.

Nah, ukuran gigi permanen area depan (gigi seri, taring) lebih besar daripada gigi susunya, sehingga jika rahang anak kecil biasanya menghambat gigi permanennya tumbuh. Mereka kebingungan mencari tempat untuk tumbuh sehingga mereka mencari “jalur” lain yaitu di depan atau di belakang gigi susu.
Begitu ayah dan ibu, jadi jangan panik jika melihat gigi anak anda bertumpuk. Segeralah bawa ke dokter gigi.

394total visits,4visits today

One thought on “Mengapa Gigi Si Kecil Bertumpuk?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *