oleh Anita Carolina, S.Psi, M.Psi.

Psikolog

 

Hallo Ayah Bunda Kejora!

Pendidikan seksual itu penting sepanjang usia; dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Pendidikan seksual itu tidak hanya diberikan ketika anak mulai remaja, Ayah dan Bunda! Anak usia dini juga bisa mulai diberikan pendidikan seksual, asalkan materi yang disampaikan sesuai dengan tahapan perkembangannya. Sebab, pendidikan seksual bukan sesuatu yang tabu. Yuk, simak cara memberikan pendidikan seksual dan materi pendidikan seksual yang cocok bagi anak usia dini!

 

Kapan Waktu yang Tepat?

Pendidikan seksual itu tidak hanya diberikan ketika anak mulai remaja. Bunda dan Ayah juga bisa mulai memberikan pendidikan seksual pada anak usia dini, asalkan materi yang disampaikan sesuai dengan tahapan perkembangannya.

Pada usia balita (3-4 tahun), anak biasanya mulai mengeksplorasi lingkungan sekitarnya dan mulai belajar tentang lingkungan sosial. Mereka akan mulai memperhatikan dan membandingkan dirinya dengan orang lain/temannya. Usia balita adalah usia yang tepat bagi orangtua untuk memperkenalkan mengenai pendidikan seksual pada si kecil.

 

Mengapa Pendidikan Seksual untuk Anak itu Penting?

  • Mencegah dan menghadapi era teknologi yang semakin maju: Seiring perkembangan teknologi, anak makin mudah mendapatkan akses internet dan informasi dari berbagai sumber, termasuk sosial media. Membahas seks dapat melindungi dan mencegah berbagai efek negatif yang diakibatkan dari perkembangan informasi tersebut.
  • Mendukung perkembangan dan pemahaman anak: Pendidikan seksual yang tepat dapat membantu si kecil melindungi dan menghargai tubuhnya sendiri.
  • Membangun kepercayaan dan kasih sayang: Dengan pendidikan seksual, orangtua dapat menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bisa terbuka dan berdiskusi hal yang paling pribadi sekalipun. Sehingga anak tidak mencari informasi sendiri/dari orang lain (yang belum tentu tepat dan aman).
  • Membantu si kecil melindungi dirinya sendiri: Dengan pendidikan seksual, anak akan lebih sadar dengan situasi lingkungannya dan mampu melindungi diri ketika ada orang yang memperlakukan pelecehan seksual, baik secara verbal ataupun tindakan.

 

Tahapan 3P dalam Memberikan Pendidikan Seksual terhadap Anak:

1. Persiapan Materi

Sebelum kita memberikan pendidikan seksual pada pada anak, Ayah dan Bunda harus terlebih dahulu paham tentang materi yang akan diajarkan. Ayah dan Bunda bisa mencari informasi pendidikan dari sumber terpercaya.

2. Pahami Perkembangan Anak

Ayah dan Bunda perlu mengetahui perkembangan kognitif anak di usia balita supaya tahu bagaimana cara menjelaskan tentang seks kepada anak balita. Pada usia balita, anak berada dalam tahapan belajar menggunakan konsep konkret. Berikut tips saat mengenalkan bagian-bagian tubuh, terutama alat vital pada si kecil:

  • Alat peraga/media, seperti boneka/buku bergambar yang sesuai dengan usia anak.
  • Suasana pengajaran harus menyenangkan, bisa dengan mendongeng.
  • Gunakan bahasa yang sederhana, singkat, dan mudah dimengerti.

3. Penjelasan Sebaik Mungkin

Saat si kecil bertanya, Ayah dan Bunda perlu menjelaskan dengan sebaik mungkin. Jika kita tidak tahu jawabannya atau bingung menjelaskannya, Ayah dan Bunda bisa minta waktu pada anak, misalnya: “Wah pertanyaan adik bagus sekali, Mama jelaskan besok ya. Mama cari tahu dulu, biar nanti Mama bisa jelasin ke adik”.

 

Materi Pendidikan Seksual untuk Anak Balita

1. Nama dan Fungsi Bagian Tubuh

2. Perbedaan Jenis Kelamin

Ayah dan Bunda bisa mengajarkan perbedaan laki-laki dan perempuan secara umum. Contoh: laki-laki biasanya bisa berkumis dan berjanggut. Rambut perempuan biasanya lebih panjang dari laki-laki. Kita juga bisa menambahkan jika ada atribut keagamaan yang bisa dijelaskan, misalnya perempuan memakai jilbab, laki-laki memakai peci.

3. Bagian Pribadi

– Berikan pengertian kepada anak mengenai bagian tubuh yang harus dilindungi/bagian pribadi, yaitu: bagian yang tertutup baju (harus selalu tertutup dan tidak boleh disentuh orang lain), yaitu: mulut, dada (pada perempuan namanya payudara), alat kelamin, dan pantat.

– Berikan peraturan siapa saja yang boleh menyentuh dirinya. Contoh:

  • Anak boleh mendapatkan pelukan dari keluarga dan ciuman hanya dari keluarga inti (atau dengan seijin orangtua).
  • Dokter, jika bagian tubuh pribadi terluka/perlu diobati.
  • Orangtua (dengan seijin dari anak): jika ingin membantu mereka mengenakan pakaian/membersihkan tubuh.

4. Cara Menjaga Tubuh

Ajarkan anak:

  • Tidak boleh membuka/menunjukkan bagian tubuh pribadinya kepada orang lain (pengecualian: dokter karena bagian tubuh pribadi terluka/perlu diobati dan orangtua atau pengasuh dengan seijin dari anak jika ingin membantu mereka mengenakan pakaian/membersihkan tubuh).
  • Tidak boleh melihat bagian tubuh orang lain.
  • Melindungi tubuhnya dengan memakai baju, baik di rumah maupun di luar rumah.

5. Ajarkan 3 Tahap jika Anak Mengalami Pelecehan Seksual (Verbal maupun Perilaku):

  • Say No (Katakan TIDAK!): ajarkan anak untuk berani menolak pelecehan seksual dengan suara yang lantang dan tegas.
  • GO (Pergi): pergi ke tempat yang lebih aman/lebih ramai orang.
  • Tell (Beritahu): ajarkan anak menceritakan secara terbuka pada orangtua/orang dewasa yang dipercaya anak.

6. Tumbuhkan Rasa Percaya Anak pada Ayah dan Bunda

Ajarkan si kecil untuk tidak menyembunyikan apapun dari Ayah dan Bunda apabila ia ingin bertanya mengenai pendidikan seksual maupun saat mengalami pelecehan seksual; meskipun anak mendapatkan ancaman dari si pelaku.

 

Memberikan pendidikan seksual pada si kecil memang tidak mudah, Ayah dan Bunda. Namun percayalah, dengan metode yang tepat, konsistensi, kesabaran, dan interaksi yang positif, kita bisa memberikan edukasi yang tepat baginya. Sehat selalu ya Ayah dan Bunda.

Editor : drg. Sita Rose Nandiasa, M.Si

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *