oleh dr. Grace Hananta, C.Ht

Dokter Umum

 

Halo, keluarga sehat Kejora! Apakah Ayah dan Ibu sudah memeluk si buah hati hari ini? Tahukah, Ayah dan Ibu… Pertumbuhan dan perkembangan otak bayi terjadi sangat pesat di dua tahun pertama kehidupan mereka. Proses ini erat juga hubungannya dengan ikatan (bonding) penuh cinta kasih atau hubungan yang nyaman dengan pengasuh utamanya. Salah satu contoh ikatan ini adalah sebuah pelukan.

 

Pada usia 3 tahun, ukuran otak kita telah mencapai sekitar 90% ukuran otak orang dewasa. Sepanjang masa emas ini, interaksi yang berulang dan komunikasi yang terjalin dengan pengasuhnya akan membentuk memori dan kepercayaan, dan menjadi dasar kehidupan sang buah hati kelak. Anak-anak yang selama tumbuh kembangnya tidak mendapatkan pengalaman yang positif dan kurang stimulasi yang cukup dari pengasuh dan lingkungan sekitarnya berisiko menjadi anak-anak yang memiliki gangguan bahasa dan emosi yang tidak stabil, contohnya depresi, gangguan kecemasan, gangguan memori, dan gangguan belajar. Hal ini pun berdampak pada kemampuan anak untuk membangun dan mempertahankan hubungan yang sehat dengan sekitarnya.

 

Pada zaman orang tua kita, mungkin “pelajaran” mengasuh anak didapatkan dari lingkungan, yaitu dengan melihat atau terjun langsung dalam mengasuh adik, keponakan atau anak-anak kerabatnya. Namun di era modern saat ini mungkin kebiasaan itu mulai memudar. Persiapan untuk menjadi orang tua baru dimulai sejak kehamilan yang hanya sekitar 9 bulan, sehingga banyak yang mengalami shock dan tidak nyaman dengan peran barunya sebagai orang tua. Post-natal mood disorders sampai gangguan bonding dengan sang bayi juga mulai kerap ditemui.

 

Dari sebuah penelitian tahun 2012 oleh Essential Parent Company menunjukkan bahwa sekitar 80% orang tua baru merasa cemas dan tidak siap dengan keterampilan mereka dalam mengasuh bayi. Yang mengejutkan, pada saat itu Inggris termasuk salah satu negara yang rendah angka menyusuinya di Eropa. Hal ini disebabkan oleh sedikit atau tidak pernahnya melihat anggota keluarga yang menyusui. Walaupun menyusui tampak seperti keterampilan yang datang secara alamiah, namun dengan tidak pernah adanya paparan membuat aktifitas ini menjadi sesuatu yang sulit dan tidak menyenangkan. Pada akhirnya, ikatan antara ibu dan anak pun terganggu.

 

Beberapa hal yang dapat membantu terbentuknya ikatan antara ibu dan anak adalah sebagai berikut:

  • Masa hamil (antenatal): Ibu hamil sangat disarankan untuk menggali informasi melalui berbagai macam sumber. Misalnya mengikuti kelas ibu hamil, menonton video perawatan bayi, dll untuk menyiapkan keterampilan yang dapat meningkatkan bonding dengan bayi baik selama dalam kandungan ataupun setelah melahirkan.
  • Masa pasca melahirkan (post-natal): Ibu dianjurkan untuk terus mengasah keterampilan tersebut melalui sentuhan kulit (skin-to-skin contact), inisiasi menyusui dini, berpelukan, dan menggendong bayi. Ibu harus meluangkan waktu yang cukup untuk bertemu dan bertatap muka dengan si kecil sebagai salah satu cara berkomunikasi non-verbal. Yang juga penting adalah Ibu harus mencari support dari orang-orang terdekat, terutama apabila merasa belum dapat beradaptasi dengan baik. Sebagian orang tua baru terkadang merasa menjadi orang tua yang ‘gagal’, walau sebenarnya bayi dan anak usia dini tidak memahami makna “kegagalan” yang Ibu pikirkan atau rasakan. Dukungan yang adekuat akan membantu Ibu untuk memberikan kasih sayang yang penuh kepada sang buah hati.

 

Salah satu cara membangun ikatan dengan si buah hati adalah melalui pelukan. Menurut Paul Zak, seorang neuroeconomist, delapan pelukan per hari dapat membuat hidup dan hubungan lebih bahagia. Pelukan dapat merangsang pengeluaran hormon oksitosin yang mampu mengatasi stress.

 

Jadi, luangkanlah waktu setidaknya 15 detik untuk setiap pelukan yang kita berikan kepada anak-anak, bahkan lebih lama lagi. Tambahkan kata-kata penuh kasih sayang agar pelukan semakin bermakna. Misalnya, katakan pada si buah hati, “Nak, Ayah dan Ibu menyayangi kamu. Kamu adalah anak yang berharga dan berarti bagi Ayah/Ibu”.

 

Ayah dan Ibu, dapat kita lihat bersama bahwa ikatan antara orang tua dan anak sangat penting bagi tumbuh kembangnya dan masa yang akan datang. Bukan berapa banyak mainan atau gadget mahal yang mereka butuhkan, tetapi hadiah terindah dan terbaik baginya adalah kasih sayang, perhatian, dan dukungan yang tiada henti.

 

Yuk, Ayah dan Ibu, kita terus bangun dan perkuat ikatan dengan si kecil!

 

Sumber :

  1. https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/17571472.2015.1133012?scroll=top&needAccess=true&
  2. https://www.yourmodernfamily.com/science-says-hug-child-15-seconds/

490total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *