oleh dr. Nurul Larasati

Dokter Umum

Ayah dan Ibu, apa yang akan kita lakukan bila si kecil tiba-tiba terkena air panas? Atau terciprat minyak panas saat menemani Ayah dan Ibu memasak? Mungkin kita sudah banyak mendengar saran dari berbagai orang untuk penanganan pertamanya, tapi seperti apa yang dibenarkan dari segi medis?

Luka bakar tidak selalu disebabkan oleh api sebagaimana ungkapannya menggambarkan. Luka bakar adalah kerusakan pada jaringan tubuh yang penyebabnya bermacam-macam. Selain melukai kulit, kerusakan dapat pula mengenai bagian otot, pembuluh darah, syaraf, dll. Hal-hal yang dapat menyebabkan luka bakar antara lain air panas, minyak panas, sengatan listrik, sinar matahari, gesekan, radiasi, zat kimia mengandung asam dan basa, dan sebagainya.

Keparahan luka bakar sendiri dibagi menjadi tiga derajat berdasarkan:

  1. kedalaman lapisan kulit yang terluka,
  2. ukuran dan lokasinya,
  3. penyebabnya, dan
  4. usia anak.

Semua hal ini akan menentukan apakah si kecil mengalami luka bakar derajat 1 (ringan), derajat 2 (sedang), derajat 3 atau derajat 4 (berat).

  • Luka bakar derajat 1 memiliki karakteristik luka yang superfisial (hanya di lapisan epidermis). Luka tampak kemerahan dan pucat bila ditekan, kering, tidak ada gelembung (bula) dan nyeri yang tidak terlalu bermakna.
  • Luka bakar derajat 2 mengenai lapisan kulit dermis dan tampak adanya bula (gelembung di kulit) dengan dasar berwarna pucat atau kemerahan. Dapat disertai dengan bengkak lokal dan rasa nyeri yang bermakna.
  • Luka bakar derajat 3 ditandai dengan luka yang lebih luas dan dalam hingga mengenai lapisan subkutan dengan ciri tampak putih atau menghitam.
  • Luka bakar derajat 4 merusak organ tubuh yang lebih dalam hingga otot, tulang dan sendi. Pada kategori ini, bagian tubuh yang luka sudah mati rasa karena mengenai ujung-ujung syaraf.

Tindakan pertama yang dapat dilakukan oleh Ayah dan Ibu atau pengasuh ketika mendapati si kecil mengalami luka bakar adalah segera menjauhkannya dari sumber panas. Setelah itu, alirkan luka dengan air mengalir (air keran) selama 10 menit sambil menilai keparahan luka bakar. Mungkin sekali dalam satu kejadian terdapat derajat luka yang bervariasi. Tidak disarankan untuk memberikan bahan lain seperti mentega, kecap, air es atau lainnya ke luka karena dapat mengiritasi kulit lebih lanjut.

Bila Ayah dan Ibu menilai si kecil mengalami luka bakar ringan, lanjutkan aliran air hingga 20 menit. Sedangkan, bila tampak ada bula, luka yang lebih dalam, luka yang mengenai alat kelamin, sendi utama tubuh, telapak tangan dan kaki, daerah muka atau curiga anak menghirup hawa atau asap panas, segera bawa si kecil ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Lalu, obat apa saja yang aman diberikan? Salep pelembab, misalnya yang mengandung aloe vera, boleh dioleskan ke luka bila derajatnya ringan tanpa harus ditutupi kasa atau plester. Luka akan berangsur pulilh dalam enam hari bila derajatnya ringan, namun lebih lama, sekitar 20 hari, bila derajatnya sedang.

Ayah dan Ibu, fase pemulihan luka bakar sangat bergantung pada pertolongan pertama saat kejadian. Maka dari itu, jangan ragu untuk memberikan pertolongan pertama yang sesuai dan maksimal.

Referensi:

Judith Berry, M. M. (2018). Classification of Burns. Retrieved from University of Rochester Medical Center: https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?ContentTypeID=90&ContentID=P09575

Marianti. (n.d.). Luka Bakar. Retrieved from Alodokter: https://www.alodokter.com/luka-bakar.html

Puspaningtyas, N. (2015, 05 15). IDAI – Pertolongan Pertama pada Luka Bakar Ringan-Sedang. Retrieved from IDAI: http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pertolongan-pertama-pada-luka-bakar-ringan-sedang

150total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *