oleh dr. Aldo Fransiskus Marsetio, SpOT, BMedSc

Dokter Spesialis Orthopedi

Halo, Ayah dan Ibu Kejora! Pernahkah si kecil mengeluhkan nyeri pada panggulnya hingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari? Keluhan pada panggul mempunyai kemungkinan diagnosa penyakit yang beragam. Mulai dari penyakit yang perlu penanganan segera sampai penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya. Dengan demikian, sangat penting bagi Ayah dan Ibu untuk belajar mengenali gejalanya dan membawa si kecil ke dokter orthopaedi agar diperiksa lebih lanjut.

Ada banyak penyebab nyeri panggul yang dapat terjadi pada anak-anak. Namun, tidak semuanya perlu penanganan segera karena sebagian perlu pemantauan jangka panjang. Berikut adalah beberapa jenis penyebab nyeri panggul yang sering ditemui pada anak, dimulai dari yang memerlukan penanganan segera.

  1. Septik Artritis

Penyakit ini merupakan kondisi gawat darurat yang disebabkan infeksi pada sendi. Sendi yang paling sering terkena adalah panggul dan lutut. Bakteri yang menyebabkan infeksi bisa didapat dari berbagai macam sumber, antara lain trauma (benturan) langsung, riwayat pembedahan, infeksi di area sekitar sendi, infeksi tulang dekat sendi, atau bahkan menyebar dari aliran darah.

(https://www.orthobullets.com/pediatrics/4032/hip-septic-arthritis–pediatric)

Kondisi ini perlu penanganan segera karena infeksi secara cepat dapat menghancurkan permukaan sendi dalam kurun waktu 8 jam. Ditambah lagi, tekanan tinggi dalam ruang sendi yang tertutup dapat menghalangi aliran darah ke sendi sehingga dapat berujung ke kematian jaringan tulang.

Biasanya anak yang menderita septik artritis akan tampak sakit, merasakan nyeri yang kuat, disertai dengan demam. Nyeri dirasakan pada sendi panggul yang terkena, bengkak, hangat, merah, dan anak lebih memilih pada posisi kaki mengangkang. Dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium darah dan penyedotan cairan sendi, dan memberikan antibiotik melalui infus. Pembedahan untuk membersihkan sendi juga penting untuk dilakukan.

  1. Osteomielitis

Osteomielitis adalah penyakit infeksi pada tulang. Penyakit ini seringkali terjadi karena penyebaran bakteri dari aliran darah yang berasal dari trauma benturan atau infeksi pada area tersebut. Jika terjadi pada tulang paha sebelah atas, maka dapat menimbulkan gejala nyeri panggul. Area panggul akan teraba bengkak, hangat, dan nyeri saat ditekan. Segala bentuk gerakan dari sendi panggul akan terasa nyeri. Gejala demam dapat ditemukan namun dapat juga tidak.

(https://www.uhhospitals.org/health-information/health-and-wellness-library/article/healthsheets-v1/when-your-child-has-osteomyelitis)

Dokter biasanya akan memeriksa tanda-tanda infeksi di sampel darah, serta mencari tanda-tanda perubahan tulang dari rontgen dan MRI. Pemberian antibiotik dapat memberikan perbaikan dalam 48 jam, terutama pada penyakit yang dideteksi awal. Namun jika infeksi sudah berat atau bahkan ada sekumpulan nanah didalam tulang, maka pembedahan untuk membersihkan jaringan dan jaringan tulang perlu dilakukan.

  1. Slipped capital femoral epiphysis (SCFE)

Pada anak-anak, terutama yang kegemukan, seringkali ditemukan pergeseran lempeng pertumbuhan. Area panggul merupakan area yang memiliki kemiringan dan sekaligus menumpu sekitar separuh beban tubuh. Itu sebabnya, lempeng pertumbuhan (epifisis) pada area inilah yang rentan tergeser (selip). Penyakit ini paling sering ditemukan pada anak laki-laki yang kegemukan/obesitas pada usia 10-16 tahun.

https://www.uwhealthkids.org/kidshealth/en/teens/scfe.html/

Nyeri yang dirasa oleh anak dapat menjalar dari panggul ke lutut, dapat hilang timbul dengan lama mingguan hingga bulanan. Terkadang sang buah hati dapat merasa lebih nyaman duduk dengan kaki disilang. Untuk mencegah pergeseran yang lebih lanjut, biasanya dokter dapat melakukan pembedahan pemasangan implant sebagai penahan.

  1. Legg-Calvé-Perthes disease (LCPD)

Penyakit LCPD ini adalah kerusakan area pertumbuhan pada tulang panggul yang disebabkan oleh aliran darah yang tidak mencukupi. Hingga saat ini penyebabnya belum diketahui, namun beberapa faktor risikonya termasuk riwayat trauma (benturan), riwayat keluarga, berat badan rendah, kelainan proses persalinan, paparan asap rokok dari keluarga serumah, dan ras asia. Nyeri biasanya cukup kuat dan semakin meningkat, sehingga panggul menjadi kaku dan menyebabkan anak berjalan pincang.

https://www.mountnittany.org/articles/healthsheets/7357

Jika penyakit ini ditemukan sebelum usia 6 tahun biasanya memiliki perkembangan yang baik namun perlu diperiksa secara berkala sampai usia 8 tahun oleh dokter. Lama penyembuhan juga bervariasi antara 2-5 tahun. Pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala nyeri, mengembalikan lingkup gerak, dan memastikan sendi panggul tetap terjaga pada tempatnya dengan bantuan obat-obatan hingga alat bantu seperti tongkat, gips, atau brace. Bila anak sudah berusia diatas 8 tahun, dapat dilakukan pembedahan jika terjadi kelainan bentuk tulang yang berat.

  1. Displasia panggul

Displasia panggul merupakan gangguan perkembangan sendi panggul dimana area mangkok sendi panggul berbentuk dangkal atau tidak cukup cekung dan menyebabkan sendi panggul mudah bergeser. Penyakit ini sering ditemukan pada saat bayi baru lahir, dan yang menjadi faktor risikonya antara lain anak pertama, perempuan, lahir sungsang, atau riwayat keluarga.

https://www.eugenepeds.com/medical-illustrations/hip-dysplasia/attachment/medical-illustration-hip-dysplasia/

Berbagai macam pemeriksaan tambahan radiologi seperti USG, rontgen, atau artrogram mungkin perlu dilakukan. Tergantung usia anak dan keparahan kelainan bentuk tulang, jenis tatalaksana untuk penyakit ini bervariasi mulai dari penggunaan brace, gips, hingga pembedahan.

  1. Multiple Epiphyseal Dysplasia (MED)

Penyakit MED terjadi oleh karena kegagalan pembentukan lempeng pertumbuhan sekunder (epifisis). Pada kondisi ini, tulang tumbuh lebih pendek dari normal sehingga menimbulkan panjang tungkai yang tidak proporsional. Lama-kelamaan, ketidakseimbangan ini akan menimbulkan perubahan pada gaya berjalan dan mencetuskan nyeri pada panggul karena beban tubuh yang tidak seimbang.

MED adalah kelainan genetik (bawaan) dan dapat terjadi pada tulang paha dan lengan. Pengobatan penyakit ini lebih ditujukan pada keluhan nyeri dan kelainan bentuk (deformitas) tulang. Jika kelainan bentuk tidak terlalu parah, dokter akan menunggu perkembangannya sampai akhir masa pertumbuhan. Namun bila berat, pembedahan akan disarankan.

  1. Juvenile idiopathic arthritis

Penyakit genetik ini paling sering ditemui pada anak-anak di bawah usia 16 tahun dan bersifat autoimun, yang artinya sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang diri sendiri. Walaupun paling sering menyerang sendi lutut, namun penyakit ini dapat juga menyerang sendi panggul. Anak biasanya mengeluhkan nyeri sendi, tampak ruam di kulit, demam yang hilang timbul, kaku sendi di pagi hari, infeksi lapisan jantung, nyeri atau kelainan bentuk leher, atau gangguan penglihatan.

Gambaran kerusakan sendiri baru akan terlihat bila sudah pada tahap lanjut. Pada pemeriksaan laboratorium didapati positif ANA dan terkadang positif rheumatoid factor. Untuk menekan proses penyerangan sistem kekebalan tubuh, dokter biasanya akan meresepkan obat khusus seperti DMARD (disease modifying antirheumatic drugs). Lalu tergantung dari kerusakan yang terjadi pada sendi, dokter mungkin perlu melakukan tindakan pembedahan.

  1. Transient synovitis

Setiap sendi manusia memiliki lapisan pembungkus yang disebut synovium dan bila terjadi peradangan pada jaringan ini seringkali akan mencetuskan rasa nyeri. Penyebabnya hingga saat ini belum diketahui, namun dapat dipengaruhi oleh infeksi virus, bakteri, alergi, sampai trauma. Anak biasanya merasakan nyeri pada area pangkal paha atau selangkangan sehingga tidak mau berjalan, atau mampu berjalan walaupun pincang. Biasanya anak merasa lebih nyaman pada posisi mengangkang.


(http://www.orthohyd.com/home/know-your-disease/transient-synovitis)

Secara keseluruhan transient synovitis bukanlah penyakit yang gawat atau berat. Walaupun dapat sembuh dalam beberapa hari hingga 1-2 minggu dengan bantuan obat-obatan, sangat penting bagi dokter untuk memastikan nyeri bukan disebabkan oleh infeksi (septik artritis) melalui berbagai pemeriksaan penunjang sesuai indikasi.

Editor: dr. Nurul Larasati

Referensi:

Houghton KM. Review for the generalist: evaluation of pediatric hip pain. Pediatr Rheumatol Online J. 2009; 7: 10.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *