oleh dr. Anesia Tania, SpKK

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

 

Halo Ayah dan Ibu Kejora,

Ada cerita yang sempat viral di media sosial yang menceritakan bahwa buah hatinya mengalami dermatitis atopik karena dipegang oleh sembarang orang. Artikel kali ini akan mengulas mengenai dermatitis atopik dan cara penanganannya.

Apa itu dermatitis atopik?

Dermatitis atopik adalah kondisi radang kronis di kulit yang menyebabkan kulit menjadi mudah gatal, timbul bercak dan bintil merah dan cenderung kering. Dermatitis atopik adalah kondisi yang umum terjadi, terutama pada anak dibawah usia 2 tahun. Sebagian besar (75%) pasien dermatitis atopik mengalami remisi/sembuh seiring bertambahnya usia. Namun sebagian kecil dapat berlanjut sampai dewasa atau mengalami relaps/kekambuhan.

Apakah dermatitis atopik disebabkan karena dipegang – pegang atau dicium oleh sembarang orang?

Penyebab dermatitis atopik sangat kompleks. Faktor genetik dan mutasi gen filagrin merupakan penyebab utama individu menjadi rentan terhadap faktor pencetus yang ada di lingkungan normal. Apabila salah satu orang tua memiliki kondisi atopik (rinitis alergi, asma, dermatitis atopik atau konjungtivitis alergi), terdapat kemungkinan 50% anaknya juga mengalami kondisi tersebut. Mutasi gen menyebabkan sawar kulit menjadi tidak intak, seperti dinding tanpa semen, sehingga cenderung kering dan gampang gatal. Dermatitis atopik lebih banyak dialami anak di area perkotaan dan negara maju dan dari keluarga dengan sosioekonomi tinggi sehingga terdapat teori bahwa lingkungan yang terlalu bersih dapat mempengaruhi perkembangan sistem imun yang tidak sempurna pada dermatitis atopik (Hygiene Theory).

Selain disebabkan oleh hal tersebut, dermatitis atopik dapat muncul oleh beberapa faktor pencetus berikut :

  1. Makanan

Terutama untuk anak di bawah 2 tahun, paling sering susu sapı, gandum, telur dll. Hal ini masih kontroversi dan apabila tidak terbukti dengan food challenge test, sebaiknya hindari restriksi makanan yang bisa menyebabkan malnutrisi.

  1. Keringat
  1. Garukan/gesekan
  1. Kutu Debu Rumah

Sering disebut siklus gatal-garuk. Kondisi kulit atopik yang kering dapat memicu rasa gatal. Ketika anak mulai menggaruk, terjadi respon radang yang menyebabkan rasa gatal bertambah parah. Kadang walaupun pemicu awal sudah tidak ada, karena garukan/gesekan, rasa gatal dan eksim tidak sembuh-sembuh dan bertambah parah.

  1. Infeksi bakteri atau jamur
  1. Iritan – bahan wol, nylon, deterjen, parfum, alkohol, klorin, dll
  1. Kontak alergi

Produk oles yang sudah dipakai dalam jangka waktu tertentu dapat memicu sensitisasi dan akhirnya timbul alergi. Pasien dermatitis atopik biasanya rutin memakai pelembap dan salep/obat, dan bisa timbul sensitisasi setelah periode pemakaian tertentu.

  1. Stress
  1. Cuaca/iklim
  1. Hewan peliharaan

Bagaimana cara mengatasi dermatitis atopik pada anak?
Terdapat 5 hal utama yang penting diperhatikan dalam perawatan dermatitis atopik pada anak:

  1. Edukasi pasien/orangtua/caregiver
  1. Menghindari pencetus.

Pencetus dermatitis atopik bisa bermacam-macam, karena itu penting untuk memidifikasi gaya hidup secara keseluruhan. Seringkali tidak ada satu pencetus yang spesifik saat dermatitis atopik kambuh. Hindari bahan pakaian yang tebal, minyak kayu putih, parfum, antiseptik, tisu basah, pewangi pakaian.

  1. Memperbaiki fungsi sawar kulit.

Menggunakan sabun mandi yang mengandung pelembap (tanpa pewangi) dan pelembab yang mengandung bahan antiradang dan dikhususkan untuk kulit dermatitis/sensitif/eksim (biasanya mengandung ceramid, asam hyaluronic, urea, dll) dan tanya pewangi.

  1. Mengobati lesi radang di kulit

Apabila muncul keluhan, segura konsultasikan ke dokter specialist kulit kelamin. Hindari mengobati sendiri dengan bahan-bahan yang belum terbukti. Diskusikan pilihan terapi dengan dokter, kemungkinan pencetus dan pemeriksaan yang diperlukan, serta perawatan kulit anak sehari-hari

  1. Mengontrol/eliminasi siklus gatal-garuk

Diskusikan dengan dokter, apakah perlu menggunakan obat sistemik antihistamin untuk mengurangi rasa gatal dan mencegah garukan

Tatalaksana dermatitis atopik kadang tidak cukup hanya dengan pemberian obat salep atau oles, melainkan ada modifikasi gaya hidup. Apabila sudah bolak – balik tidak sembuh, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit kelamin konsultan anak atau alergi imunologi.

Sumber :

  1. Chow, S., Seow, CS., Dizon MV et al. 2018. A clinician’s reference guide for the management of atopic dermatitis in Asians. Asia Pac Allergy. Oct; 8(4): pp 1-18
  2. Kaneko, Sakae. 2018. “Approach for Aggrivating Factors in Atopic Dermatitis”. In Evolution of Atopic Dermatitis in the 21st Century. Singapore : Springer. Part VII. Bab 24. Pp: 311-8

 

517total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *