oleh dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

 

Halo Ayah dan Ibu, semoga Ayah dan Ibu dalam keadaan sehat!

Saat ini kita semua sedang menjalani masa transisi pandemi COVID 19. Selama 3 bulan ini keluarga kita mengalami perubahan cara hidup dan sangat memerlukan penyesuaian. Kecemasan, ketidakpastian, dan perubahan dapat menjadi sumber tekanan dalam hidup yang perlu dikenali. Bagaimana dengan anak-anak kita? Ternyata anak-anak pun bisa mengalami kecemasan karena perubahan situasi seperti ini. Mari kita pahami bersama bagaimana kita dapat menolong anak-anak kita untuk menghadapi kecemasan pada masa transisi pandemi COVID-19 ini.

  1. Ciptakan rutinitas

Salah satu cara terbaik untuk mengurangi kecemasan anak adalah dengan membuat rutinitas, sehingga anak merasa aman dan nyaman. Buat jadwal yang baru bersama anak; jadwal hidup sehat, seperti mendorong anak untuk tidur yang cukup, pola makan sehat yang teratur, dan melakukan aktivitas fisik yang terjadwal. Aktivitas fisik dapat dilakukan di dalam ruangan atau sekitar rumah. Tentukan target dan tempelkan jadwal tersebut dan pencapaiannya di tempat yang mudah dilihat (misalnya, di pintu kulkas) sehingga anak mengetahui pencapaian mereka. Berikan pujian kepada anak, karena pujian akan membantu meningkatkan perasaan mereka.

Jika anak belum memenuhi jadwal baru maka sampaikan bahwa tidak perlu khawatir dan  bisa dicoba lagi pada keesokan hari.

  1. Tingkatkan kebersamaan dan dengarkan cerita anak

Tingkatkan kebersamaan, tanyakan perasaan anak, dan dengarkan cerita anak tanpa memotongnya. Buka terus saluran komunikasi untuk mendukung anak-anak kita. Kita bisa menolong anak dengan membagikan cara kita menghadapi kecemasan kita. Beritahukan kepada anak bahwa merasa cemas adalah hal yang wajar, dan beri tahu bahwa kita sebagai orang tua selalu ada untuk membantu mereka mengatasi kecemasannya. Kita bisa mendukung anak dengan menanyakan apa kelebihan anak-anak kita? Sampaikan kelebihan-kelebihan tersebut saat anak-anak merasa cemas. Kita juga bisa membaca buku bersama anak saat ia merasa cemas. Seringkali anak hanya ingin mendengar bahwa kita ada untuk mereka dan mencintai mereka.

  1. Kenali tanda kecemasan lebih awal

Tanda kecemasan awal dapat berbeda dari satu anak ke anak lain, misalnya menggigit kuku, atau menjadi lebih rewel. Umumnya yang termasuk tanda kecemasan meliputi kekhawatiran berlebih, gelisah, selalu merasa lemas, kesulitan  konsentrasi/fokus dan tidak bisa tidur.

Anak tidak selalu dapat mengungkapkan dengan kata-kata, sehingga kecemasan dalam bentuk tantrum atau perilaku menyerang dapat terjadi. Pada remaja, kecemasan dapat berupa perilaku mengucilkan diri. Bicarakan dengan anak-anak Anda bila terdapat tanda-tanda tersebut.

  1. Ajarkan anak cara mengatasi kecemasan

Anak-anak bisa melakukan aktivitas fisik untuk mengurangi kecemasan, misalnya dengan menarik napas dalam secara teratur, menghitung mundur dari 100, atau ke ruangan yang aman dan nyaman di rumah. Buat ruangan di rumah yang nyaman untuk anak, misalnya kamar tidur atau ruang bermain. Sediakan sesuatu yang bisa disentuh seperti selimut, boneka, atau bola stress. Persiapkan aktivitas di dalam ruangan seperti membaca buku, menggambar atau menonton video.

  1. Fokus kepada hal yang bisa dikontrol

Ajarkan anak untuk fokus pada hal yang bisa mereka kendalikan, seperti menyelesaikan pekerjaan hari ini, mengucapkan aku sayang kamu atau menggambar untuk guru dan teman. Ajarkan anak untuk aktivitas pencegahan penyakit, seperti cuci tangan dan jaga jarak.

  1. Dorong anak untuk berpikir positif

Anda bisa meminta anak untuk menceritakan apa yang mereka pikirkan, lalu bantu anak menjelaskan berdasarkan fakta atau menerangkan sebab akibat dengan konstruksi yang positif. Selalu bersyukur untuk apa yang sudah didapat bersama anak Anda, dengan fokus kepada percakapan yang menyenangkan, sehingga mood mereka akan membaik.

  1. Tetap berhubungan dengan sesama

Penting sekali untuk tetap berelasi dengan orang lain dalam masa isolasi ini. Dengan telepon, video call, menggambar untuk teman sekelas atau guru atau mengirim surat atau email. Kita bisa mendesain jendela rumah kita atau membuat masker.

  1. Minta pertolongan tenaga Kesehatan/professional

Jika gejala cemas terus menetap atau sulit dikendalikan maka Anda perlu mendiskusikan dengan dokter atau psikolog. Tanda bahwa anak membutuhkan bantuan salah satunya adalah tidak bisa menyelesaikan tugas harian, tidak mau terlibat dalam aktivitas yang dahulu mereka sukai, atau tidak bisa tidur sehingga mempengaruhi aktivitas dan pola makan.

Semoga keluarga kita selalu sehat dalam masa pandemi ini dan kita bisa melewati dan melakukan penyesuaian yang terbaik untuk anak-anak kita.

Editor: dr. Sunita

Sumber: https://www.childrens.com/health-wellness/8-tips-for-managing-childrens-anxiety-about-covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *