oleh Amanda Triwulandari, M. Psi.

Psikolog

Hai Ayah Ibu Sahabat Kejora, pernahkah anda mengalami kebingungan saat ingin memasukkan buah hati memasuki gerbang sekolah untuk pertama kalinya? Pertanyaan seperti ini ternyata sering dikeluhkan oleh banyak orangtua. Kebingungan seperti ini pun semakin bertambah dengan adanya berbagai pendapat dari keluarga, teman dan kerabat lainnya. Ada yang berpendapat bahwa semakin cepat sekolah, si kecil semakin pintar karena diberikan stimulasi yang tepat. Namun ada pula yang berkata lebih baik anak pergi ke sekolah daripada ‘menganggur’ di rumah saja. Tetapi berkaca dari pengalaman, yakni sekolah di usia muda justru membuat anak kelelahan atau argumen yang paling sering didengar adalah anak jangan disekolahkan terlalu cepat karena masih harus banyak bermain, lalu timbulah pertanyaan bolehkah si kecil sekolah di usia dini?

Jawabannya tentu saja boleh sekali. Negara Indonesia bahkan sudah punya aturan dan wadahnya mengenai sekolah usia dini, yakni PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Layanan PAUD yang paling sering kita dengar adalah TK (Taman Kanak-Kanak) untuk usia 4-6 tahun dan  KB (Kelompok Bermain) untuk usia 2-4 tahun. Ada  juga yang menyebutnya  Kindergarten, Preschool dan sebagainya.

Nah, jadi kapan ya waktu yang tepat si kecil bisa sekolah?

Waktu untuk sekolah ditentukan oleh kesiapan/readiness si kecil. Kesiapan si kecil bisa berbeda-beda, ada anak yang sudah sangat semangat untuk pergi ke Kelompok Bermain pada usia 2 tahun, namun ada juga yang masih menangis berminggu-minggu saat diantar ke kelas TK B.

Kemudian hal apa saja yang harus diperhatikan saat memutuskan anak untuk sekolah?

  • Si kecil mulai bisa mengikuti instruksi sederhana. Misalnya “Buka sepatumu dan letakkan di lemari..”
  • Ada baiknya ia juga sudah mulai mahir dalam potty training.
  • Bisa melakukan kegiatan yang sama atau bermain sendiri selama 3-6 menit.
  • Sudah mulai mengenal warna dasar dan bisa menyebutkannya.
  • Tidak takut berlebihan saat beraktifitas dengan teman sebaya.
  • Mulai bisa beraktifitas tanpa ayah, ibu atau pengasuh di dekatnya.
  • Yang terakhir adalah, lihatlah apakah si kecil sudah mulai tertarik dengan kegiatan sekolah. Misalnya ingin punya tas sekolah, bermain dengan pensil dan kertas, atau tertarik dengan seragam.

Lalu bagaimana kalau anak belum siap untuk sekolah, apakah yang harus dilakukan?

Banyak ayah atau ibu merasa sedih, lelah dan akhirnya menyerah karena si kecil cenderung ‘nempel’ dan tidak minat sekolah. Kalau si kecil belum tertarik, sebaiknya jangan dipaksakan dulu. Tetapi juga bukan berarti menyerah dan tidak melakukan apa-apa ya.

Coba lakukan kegiatan yang membuat si kecil makin siap sekolah. Berikut beberapa contoh kegiatannya ya ayah ibu:

  • Lakukan potty training dan sering mengajak si kecil bermain dengan teman sebaya agar semakin mandiri.
  • Ajak si kecil berkomunikasi agar terbiasa dengan instruksi.
  • Ganti gadget di rumah dengan aktifitas yg lebih serupa dengan aktifitas di sekolah, misalnya bermain blok/lego, bermain lilin mainan/playdoh, menyusun puzzle sederhana atau aktifitas fisik seperti
  • Jika sudah punya sekolah impian, coba deh ajak si kecil bermain ke sekolah Ajak bermain di bagian (spot) yang menyenangkan, misalnya playground atau ruangan bermain. Highlight pada bagian yang sangat ia sukai, misalnya ayunan yang sangat besar atau kolam pasir yang sangat menyenangkan. Hal ini bertujuan memberikan bayangan ke si kecil bahwa di sekolah ada hal menyenangkan yang bisa ia lakukan

Pendidikan anak di usia dini sangat memberikan manfaat. Asalkan, si kecil juga sudah siap untuk menerima berbagai keterampilan yang diberikan oleh sekolah.

Jika si kecil sudah siap, manfaatkan dengan membuatnya makin semangat.

Sebaliknya, jika si kecil belum siap, then take it easy, don’t be too pushy.

Ambil waktu dan strategi untuk mempersiapkan si kecil.

Tetap semangat ya, Ayah dan Ibu..Semoga membantu..

Edited by drg. Annisa Sabhrina

Sumber:
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 84 Tahun 2014 tentang Pendirian Satuan Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Depdikbud
Stipek. D. 2009. School Entry Age. Volume 2, Juni 2009. Diambil dari: http://www.child-encyclopedia.com/sites/default/files/textes-experts/en/814/school-entry-age.pdf (diakses 17 Agustus 2018)

Sumber foto ilustrasi: http://vienyhocungdung.vn/lam-sao-tang-de-khang-cho-be-bat-dau-di-nha-tre-2016091710312297.htm

371total visits,5visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *