oleh drg. Stella Lesmana, Sp.KGA

Dokter Gigi Spesialis Kedokteran Gigi Anak

“Kan masih gigi susu, Dok?”

Gigi manusia terdiri dari 3 lapisan yaitu email (yang kita lihat secara kasat mata berwarna putih), di bawahnya terdapat lapisan dentin dan yang terdalam adalah lapisan  pulpa. Lapisan pulpa tersusun atas saraf dan pembuluh darah.

Proses gigi berlubang atau karies gigi dimulai dari lapisan paling luar yaitu email. Bila lubang baru mencapai lapisan email biasanya belum ada keluhan, bila mencapai dentin maka terkadang mulai terasa ngilu (biasanya saat makan), dan saat sudah mencapai pulpa maka akan terasa nyeri spontan yang mengganggu aktivitas hingga tidak dapat tidur. Bila terus dibiarkan maka gusi akan bengkak lalu timbul seperti sariawan di gusi. Sariawan ini disebut abses, suatu kumpulan nanah produk dari bakteri. Lama kelamaan pipi dapat membengkak disertai demam karena infeksi. Proses ini dapat terjadi baik pada gigi susu maupun gigi permanen.

Semua gigi yang berlubang harus ditambal, namun jika lubang sudah mencapai lapisan pulpa maka harus dilakukan perawatan saraf atau perawatan saluran akar untuk membersihkan bakteri yang sudah menjalar sampai ke akar gigi. Setelah itu gigi akan ditambal, tambalan terdiri dari 2 lapis. Pertama tambalan pada akar gigi, yang tadinya berisi saraf akan diisi semen supaya akar rapat dan tidak menjadi tempat bakteri masuk, yang kedua adalah tambalan pada mahkota gigi supaya bentuk gigi kembali utuh.

Penjalaran gigi berlubang pada gigi susu lebih cepat mencapai pulpa sebab lapisan emailnya lebih tipis dibanding gigi permanen. Pencabutan gigi juga dapat menjadi pilihan perawatan gigi susu jika infeksi sudah terlalu meluas dan perawatan saraf gigi sudah tidak dapat dilakukan lagi. Namun bila gigi tersebut dicabut dan gigi permanen penggantinya masih belum waktunya tumbuh dapat menyebabkan gigi susu yang berada di sebelahnya bergeser sehingga ruangan menjadi rapat sehingga kelak gigi tetap penggantinya tidak memiliki ruangan untuk tumbuh. Gigi tersebut dapat mencari “jalan” lain untuk tumbuh dan menyebabkan gigi berjejal di kemudian hari. Disini nampak jelas bahwa selain untuk makan, bicara, dan fungsi estetika, gigi susu juga berfungsi sebagai penuntun arah gigi permanennya penggantinya untuk tumbuh. Bila memang pencabutan pencabutan gigi diperlukan namun gigi permanennya masih belum saatnya tumbuh dapat diatasi dengan menggunakan alat penjaga ruangan setelah pencabutan gigi yang disebut space maintainer.

Nah, sudah jelas kan ayah dan ibu alasan mengapa gigi susu harus ditambal? Karena itu ajaklah anak ke dokter gigi sejak dini supaya jika ada yang berlubang dapat dirawat sedini mungkin. Intip artikel ini untuk mengetahui waktu yang direkomendasikan untuk membawa anak ke dokter gigi.

361total visits,1visits today

3 thoughts on “Gigi Susu, Perlukah Ditambal?”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *