oleh dr. Aldo Fransiskus Marsetio, BMedSc

Dokter Umum

Halo, Keluarga Sehat Kejora! Apakah Ayah dan Ibu pernah melihat telapak kaki yang datar tanpa lengkungan? Bagaimana kita tahu itu normal atau tidak? Kita simak ulasannya ya.

Flat foot adalah kondisi dimana kaki kehilangan lengkungnya. Kondisi ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu fleksibel dan kaku. Pada jenis yang fleksibel, lengkung kaki nampak pada saat posisi menapak (berdiri), namun hilang pada saat duduk atau menjinjit. Sedangkan pada jenis yang kaku, lengkungan kaki tidak nampak dan biasanya disertai dengan rasa nyeri dan kekakuan pada sendi-sendi di kaki. Jenis fleksibel adalah jenis yang paling sering ditemukan pada kelompok anak.

Kaki dengan flat foot cenderung memberikan fokus tumpuan lebih miring ke sisi tengah kaki pada saat bertumpu. Hal ini berbeda dengan kaki normal, yang dimana tumpuan beban tersebar merata ke seluruh kaki. Oleh sebab itu, Ayah dan Ibu dapat melihat gaya berjalan sang anak pun menjadi tidak seperti pada umumnya.

Perbandingan bentuk kaki normal dan flat foot.

Sumber: http://pivotalpodiatry.com.au/foot-problems/flat-feet-fallen-arches-treatment-melbourne/

Pusat tumpuan kaki dengan flat foot cenderung lebih miring ke sisi tengah kaki

Sumber: https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/flexible-flatfoot-in-children

Faktor resiko

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kondisi flat foot, seperti:

  1. Keturunan
  2. Bantalan lemak pada kaki
  3. Jenis sepatu yang biasa dipakai
  4. Kekakuan tendon Achilles di belakang tumit atau kalus (kapalan) pada kaki.

Kebanyakan orang tua biasanya khawatir bahwa kondisi flat foot pada anaknya dapat menyebabkan disabilitas atau kesulitan berjalan. Namun pada umumnya, flat foot fleksibel tidak memberikan masalah hingga usia dewasa, dan sang anak pun dapat tetap berjalan dengan baik atau bahkan mengikuti kegiatan olahraga.

Flat foot fleksibel merupakan variasi normal dari perkembangan kaki. Otot dan sendi dari kaki dapat berfungsi secara normal. Seiring dengan pertumbuhan dan kegiatan berjalan, jaringan lunak di sekitar kaki ini akan mengencang dan membentuk lengkung kaki. Biasanya kondisi flat foot ini menghilang pada sekitar usia 5-10 tahun, namun dapat juga tidak terbentuk sampai usia remaja. Terkadang, kondisi flat foot yang tidak hilang memang dapat menimbulkan keluhan nyeri atau mudah pegal. Kondisi inilah yang perlu diperiksakan ke dokter anda.

Penanganan flat foot

Tatalaksana lebih lanjut hanya diperlukan apabila anak merasa tidak nyaman dengan kakinya, atau timbul keluhan seperti nyeri setelah aktivitas. Dokter akan mengajari anak cara peregangan otot-otot kaki, terutama tendon Achilles, seperti gerakan heel cord stretch.

Heel cord stretch

Sumber: https://kansascityfootandankle.com/are-you-a-loud-walker-you-may-have-tight-heel-cords/

Jika keluhan masih berlanjut, maka dapat disarankan juga menggunakan ganjalan sol sepatu. Ganjalan sol harus empuk namun juga cukup kuat untuk dapat menahan dan membentuk lengkungan pada telapak kaki. Selain itu, fisioterapi lebih lanjut atau pemasangan gips mungkin diperlukan jika tendon Achilles anak terlalu tegang.

Terapi bedah sangat jarang diperlukan, kecuali bagi anak-anak remaja dengan rasa nyeri yang berlanjut. Tujuan dari operasi adalah membentuk lengkungan telapak kaki, dan memanjangkan tendon/urat yang tegang. Operasi ini sendiri mungkin dilakukan bertahap / tidak dalam satu waktu.

 Editor: dr. Nurul Larasati

299total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *