oleh dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

 

Halo Ayah dan Ibu, apa kabar?  Ingatkah saat dahulu si kecil lahir? Umumnya kita semua akan dihinggapi pertanyaan yang sama, cukupkah ASI saya? Hal ini seringkali menjadi momok bagi semua orang tua, apakah setiap tangisan bayi berarti dia lapar? Kapan saatnya kita memberikan tambahan nutrisi selain ASI?

Terdapat beberapa hal yang bisa menjadi panduan untuk menilai kecukupan ASI seorang bayi. Parameter yang bisa dipakai adalah penurunan berat badan bayi, warna feses/BAB, jumlah BAK dan perilaku bayi.

Bayi akan mengalami perubahan berat badan saat 3-5 hari pertama kehidupan. Secara normal bayi akan mengalami penurunan berat badan. Umumnya penurunan berat badan yang dapat diterima adalah 7% dari berat lahir. Bila terdapat penurunan berat badan ≥10% dari berat badan lahir, maka kita pertimbangkan pemberian tambahan nutrisi/cairan selain ASI. Namun, keputusan memberikan nutrisi/cairan lain ini sebaiknya didahului konsultasi dengan dokter yang merawat bayi.

Feses atau tinja bayi akan mengalami perubahan warna seiring dengan jumlah ASI yang dikonsumsi bayi. Perubahan warna adalah dari berwarna gelap (hitam, hijau) menuju warna kuning keemasan dengan perubahan bentuk dari pasta lengket ke bubur berbiji kekuningan. Perubahan warna umumnya terjadi di hari ke-4 dan 5 kehidupan, bila tidak terjadi perubahan warna tinja maka kita perlu mengevaluasi apakah ASI yang diberikan cukup untuk bayi.

Pipis atau BAK juga menggambarkan kecukupan cairan. Umumnya seorang bayi akan mengalami BAK sesuai usia bayi. Saat usia bayi >5 hari maka diharapkan jumlah bak >6x/hari dengan warna kuning jernih.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perilaku bayi. Seorang bayi akan tidur tenang selama 2-3 jam bila dalam kondisi kenyang. Menyusu efektif adalah menyusu dengan durasi 20-40 menit setiap kalinya. Bila seorang bayi menyusu selama >40 menit atau mudah sekali terbangun sekalipun telah menyusu selama >40 menit, maka kita harus melakukan evaluasi ulang kecukupan ASI. Rangkuman dapat dilihat pada tabel 1. Perubahan normal pada bayi baru lahir.

Semoga informasi ini dapat membantu Ayah dan Ibu dalam menilai kecukupan ASI untuk bayi tercinta.

 

Tabel 1. Perubahan normal pada bayi baru lahir

Usia (jam) Jumlah frekuensi menyusui Jumlah popok basah Frekuensi buang air besar (BAB) Warna tinja Kosistensi tinja Berat badan bayi
0-24 8 jam pertama: 1 atau lebih

8 jam kedua: 2 atau lebih

8 jam ketiga: 2 atau lebih

1 atau lebih 1-2 hitam Lengket Kehilangan 7% dari berat lahir (maksimal 10% dari berat lahir)
24-48 8-12 2 atau lebih 1-2 Kehijauan/hitam kemudian kecoklatan Lembek
48-72 8-12 3 atau lebih 3-4 Kehijauan/kuning Lembek
72-96 8-12 4 atau lebih 4 banyak atau 10 sedikit Kuning/berbiji Lembek/cair
Akhir minggu pertama 8-12 6 atau lebih 4 banyak atau 10 sedikit Kuning/berbiji Lembek/cair Berat mulai naik

Editor: dr. Sunita

Sumber

https://www.health.qld.gov.au/__data/assets/pdf_file/0033/139965/g-bf.pdf

 

 

 

 

579total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *