oleh dr. Natasha Supartono, Sp.THT

Dokter Spesialis Telinga-Hidung-Tenggorokan

 

Halo, Keluarga Sehat Kejora!

Pada artikel sebelumnya mengenai sinusitis sudah disebutkan mengenai cuci hidung sebagai salah satu tatalaksana untuk mengatasi rinosinusitis. Nah, kali ini kita akan membahas mengenai cuci hidung!

Sebenarnya apa sih cuci hidung itu?

Cuci hidung merupakan kegiatan membilas hidung dari kuman, bakteri dan udara kotor dengan menggunakan air garam normal. Pengetahuan mengenai cuci hidung pertama kali ditemukan pada abad 19 dan terus berkembang di seluruh dunia. Pada anak-anak, cuci hidung penting dilakukan untuk mencegah dan mengatasi infeksi saluran napas atas.

Hidung kita merupakan organ paling kotor di tubuh manusia setelah telapak tangan. Setiap hari hidung kita dilewati 10.000 sampai 15.000 liter udara dan setiap liter udara mengandung berjuta-juta partikel. Partikel ini kemudian hinggap di hidung dan dapat memicu peradangan. Cuci hidung dapat dilakukan setidaknya 1 kali sehari.

Cuci hidung memiliki berbagai macam manfaat, di antaranya:

  • Membantu melancarkan sistem pembersihan hidung
  • Mengurangi gejala alergi dan sinusitis
  • Mencegah peradangan dan infeksi pada rongga hidung
  • Membuat hidung lebih segar dan bersih

Manfaat-manfaat di atas dapat tercapai karena adanya beberapa mekanisme yang terjadi saat mencuci hidung, antara lain:

  • Intervensi mekanis dalam membersihkan sumbatan dan mediator-mediator inflamasi di dalam hidung
  • Cuci hidung dapat membantuk sistem pembersihan mukosiliar di dalam hidung sehingga dapat mengurangi jumlah antigen mikroba di dalam hidung
  • Cuci hidung memberikan efek positif terhadap integritas dan fungsi sel epitel karena adanya dampak dari ion-ion tambahan yang berasal dari cairan yang digunakan untuk mencuci hidung

Cuci hidung dapat dilakukan dengan menggunakan alat semprot hidung atau spuit. Volume dan frekuensi cairan yang disemprotkan untuk mencuci hidung dapat bervariasi tergantung usia dan kebutuhan. Ada yang menyemprotkan 2,5 mL sebanyak 3 kali sehari dan ada juga yang menyemprotkan sebanyak 20 mL 2 kali sehari. Salah satu bahan cuci hidung yang paling sederhana adalah menggunakan NaCl 0.9 % dan spuit untuk menyemprotkan cairan ke dalam hidung. Selain dengan menggunakan spuit, cuci hidung dapat dilakukan dengan menggunakan botol semprot berisi larutan garam fisiologis yang saat ini banyak dijual di pasaran.

 

Gambar 1. Spuit

Gambar 2. Alat Semprot Hidung

Gambar 3. NaCl

Cuci hidung dapat menggunakan cairan NaCl 0,9%. Caranya dengan menuangkan cairan NaCl ke wadah bersih, kemudian diambil dengan menggunakan spuit. Semprotkan cairan yang ada di dalam spuit ke dalam hidung dengan posisi lurus sambil memiringkan kepala agar cairan dapat mengalir keluar melalui hidung sisi lainnya serta dilakukan sambil membuka mulut agar cairan tidak tertelan. Setelah itu, sisihkan sisa cairan yang ada di dalam hidung.

Nah, sekarang Keluarga Sehat Kejora sudah tahu ya manfaat cuci hidung! Dengan melakukan cuci hidung, kita tidak hanya dapat mengobati, tetapi juga mencegah terjadinya alergi atau infeksi di hidung, sehingga dapat mengurangi frekuensi penggunaan obat! Selain itu, cuci hidung juga akan membuat hidung bersih dan terasa segar. Jadi, selamat mencoba!

Editor: drg. Rizki Amalia (@rizkiamalia234)

Sumber:

  • European Position Paper on Rhinosinusitis and Nasal Polyps 2012
  • Principi N, Esposito S. Nasal irrigation: an imprecisely defined medical procedure. Int J. Environ.Res. Public Health. 2017

389total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *