oleh dr. Grace Hananta, C.Ht

Dokter Umum

 

Halo Ayah dan Ibu Kejora! Kira-kira Ayah dan Ibu sudah kenal belum tipe belajar si kecil? Semoga sudah ya. Tetapi bila belum, semoga artikel ini dapat membantu Ayah dan Ibu untuk lebih memahami cara belajar yang sesuai dengan si kecil. Dengan begitu, ia dapat belajar dengan lebih nyaman dan menstimulasi mereka untuk menjadi lebih berkembang.

 

Kesulitan belajar pada si kecil terkadang membuat orang tua merasa putus asa, terlebih bila ia disebut “bodoh” oleh sekitarnya. Ayah dan Ibu, ternyata masalah ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Amerika, menurut National Institute of Health (NIH), diperkirakan terdapat kasus kesulitan belajar sebanyak 15 – 20 persen total penduduk dan sekitar 4 persennya adalah populasi anak.

 

Perlu diketahui bahwa setiap anak memiliki cara belajarnya tersendiri. Misalnya, sebagian anak lebih memilih untuk belajar berkelompok dibanding sendirian karena ia lebih mudah menerima dan memproses informasi bila dilakukan pengulangan bersama-sama. Sebagian lain ada juga yang lebih memilih cara lain seperti melihat (visualisasi), mendengar, atau mengerjakan langsung dalam kehidupan sehari-hari agar lebih mudah memahami apa yang dipelajarinya. Untuk itu, orang tua harus terlebih dahulu memahami bagaimana tipe belajar si kecil sehingga mereka dapat lebih mengalami proses belajar yang nyaman dan menyenangkan.

 

Tipe-tipe Belajar

Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika menyimpulkan bahwa 20-30% anak usia sekolah mengingat lebih kuat dengan cara mendengar, 40% mengingat kembali secara visual (menulis ulang, menggambarkan dalam pikiran apa yang dilihat/baca, menggunakan jari, dsb), dan sisanya kesulitan bila tidak dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Berangkat dari hal itu, tipe belajar seseorang dibagi menjadi tiga:

  1. Tipe Visual

Anak lebih optimal menyerap informasi bila dibaca atau dilihatnya. Warna, hubungan ruang, potret mental, dan gambar menonjol dalam modalitas ini. Beberapa ciri orang dengan tipe belajar visual, yaitu:

  • Pengeja yang baik dan dapat melihat kata-kata yang sebenarnya dalam pikiran.
  • Lebih mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar.
  • Mudah mengingat gambar, bentuk, warna, huruf angka.
  • Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis dan sering meminta orang lain untuk mengulangi ucapannya.
  • Lebih suka membaca daripada dibacakan dan pembaca yang cepat.
  • Mencoret-coret tanpa arti selama belajar atau hal lainnya.
  • Lebih mudah mempraktekan apa yang pernah dilihatnya.
  • Menyukai seni gambar.
  • Mengetahui apa yang harus dikatakan, tetapi tidak pandai memilih kata-kata yang tepat.
  • Biasanya tidak terganggu dengan keributan.
  • Lebih menyukai buku bergambar, foto, dan video.

2. Tipe Auditori

Anak lebih optimal menyerap informasi melalui apa yang didengarnya. Misalnya dalam bentuk musik, irama, dialog internal, atau suara lainnya. Anak yang dominan auditori memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Suka berbicara kepada diri sendiri saat belajar.
  • Perhatiannya mudah terpecah dan mudah terganggu oleh keributan.
  • Menggerakkan bibir mereka dan mengucapkan tulisan di buku ketika membaca.
  • Senang membaca dengan keras dan mendengarkan.
  • Lebih suka meneruskan informasi secara lisan.
  • Berbicara dalam irama yang terpola.
  • Lebih suka musik daripada seni gambar.
  • Mudah mengingat lagu atau cerita.
  • Suka berbicara, suka berdiskusi dan menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar.
  • Mempunyai keterbatasan dengan pelajaran yang melibatkan visualisasi.
  • Lebih pandai mengeja dengan keras daripada menuliskannya.

3. Tipe Kinestetik

Anak lebih optimal menyerap informasi melalui gerak, emosi, dan sentuhan. Misalnya bila dicontohkan terlebih dahulu atau dengan membayangkan orang lain melakukan hal yang dipelajarinya. Ciri-ciri anak dengan tipe belajar kinestetik meliputi:

  • Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatian mereka saat berbicara.
  • Berdiri berdekatan saat berbicara dengan orang lain.
  • Suka menggerakan anggota tubuh saat membaca, mendengarkan atau bicara (kaki, jari tangan).
  • Ingin selalu mempraktekkan hal sedang diajarkan.
  • Menghafal dengan cara berjalan dan melihat.
  • Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca.
  • Banyak menggunakan isyarat tubuh.
  • Tidak dapat diam untuk waktu yang lama.
  • Menyukai permainan yang menyibukkan.

Namun demikian, memungkinkan juga bila anak memiliki tipe campuran dari tiga tipe belajar diatas, misalnya Auditori-visual atau Visual-kinestetik atau ketiga-tiganya walau biasanya satu tipe belajar lebih mendominasi.

 

Strategi Belajar Tiap Tipe

Lantas, strategi belajar seperti apa yang dapat membantu masing-masing tipe?

1. Tipe Visual

Bagi anak-anak tipe visual akan lebih mudah belajar dengan media diagram, charts, gambar, film/video, dan perintah tertulis. Sehingga arahkanlah untuk membuat to-do list dan catatan tertulis atau bergambar.

 

2. Tipe Auditori

Bagi anak-anak tipe auditori akan lebih mudah belajar dengan mendengarkan pelajaran yang disampaikan oleh pengajarnya. Dengan variasi nada bicara dan bahasa tubuh akan membuat si kecil tetap tertarik dan perhatian terhadap materi yang diajarkan. Pada tipe ini, anak akan lebih menyerap pelajaran/ informasi dengan cara mendengarkan dan mengulang kembali pelajaran dengan bercerita tentang pelajarannya.

 

3. Tipe Kinestetik

Kebanyakan dari sekolah menggunakan cara belajar kinestetik: sentuhan, perasaan, pengalaman langsung tersentuh oleh tangan. Anak – anak dengan tipe ini sangat mudah belajar dengan aktifitas belajar yang aktif. Misalnya lab sains, presentasi drama, field trip, menari, dan aktivitas aktif lainnya.

Ayah dan Ibu, yuk kita mulai perhatikan dan kenali cara belajar si kecil. Berikanlah dukungan yang terbaik agar mereka tumbuh menjadi anak-anak hebat dan menggapai setiap potensi terbaik yang mereka bisa.

 

 

Sumber:

Farwell T. “Is your kid a visual, auditory or kinestetic learner?” https://www.familyeducation.com/school/multiple-intelligences/learning-styles-visual-auditory-kinesthetic

 

764total visits,3visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *