oleh dr. Sunita

Dokter Umum

Halo Ayah Ibu! Dalam kesempatan kali ini, Kejora ingin berbagi informasi tentang cacingan pada anak. Walaupun terkesan sederhana, cacingan yang tidak diatasi ternyata dapat menganggu tumbuh kembang si kecil lho. Yuk, kita simak pembahasan cacingan berikut ini!

Cacingan pada anak cukup sering terjadi, terutama pada anak berusia 5-14 tahun. Cacingan terjadi akibat menelan telur cacing, baik karena mengonsumsi makanan atau minuman yang sudah tercemar telur cacing ataupun karena kurangnya menjaga kebersihan. Ada 4 jenis cacing yang biasa menyebabkan cacingan pada anak, yaitu cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing kremi. Cacingan pada anak dapat menimbulkan kerusakan pada lapisan usus halus dan mengganggu penyerapan nutrisi penting yang dikonsumsi, termasuk karbohidrat, protein, zat besi, dan lain-lain.

Anak yang mengalami cacingan pada awalnya akan mengalami gejala yang ringan. Gejala ringan tersebut biasanya tidak khas dan dapat berupa lemas, kurang bersemangat, mudah mengantuk, dan pucat. Gejala-gejala tersebut muncul karena asupan nutrisi yang diserap tubuh anak berkurang. Cacingan juga dapat menyebabkan anemia pada anak, diare, dan menurunkan kekebalan tubuh anak. Jika tidak diatasi, cacingan dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang dan gangguan belajar pada anak.

Sama seperti penyakit lainnya, prinsip mencegah lebih baik daripada mengobati. Pencegahan cacingan pada anak dapat dilakukan dengan mengajarkan dan menerapkan perilaku hidup bersih pada anak, seperti membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih terutama sebelum makan dan sesudah bermain, menggunting kuku setiap 1 minggu, dan memastikan semua buah-buahan dan sayuran yang dikonsumsi sudah dicuci. Selain itu, pencegahan juga dilakukan dengan pemberian obat cacing yang dapat dimulai sejak anak berusia 2 tahun dan diulang setiap 6 bulan. Diberikan pada anak berusia 2 tahun karena pada usia tersebut, anak biasanya mulai bermain-main dengan tanah di mana banyak terdapat cacing dan telur cacing. Jika ada anggota keluarga yang mengalami cacingan, maka anggota keluarga yang lain juga disarankan untuk meminum obat cacing.

Cacingan pada anak perlu dicurigai jika anak mengalami gejala tidak khas yang telah dijelaskan di atas, diare yang tidak disertai maupun disertai lendir dan darah, berat badan anak yang tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan. Jika Ayah Ibu melihat si kecil mengalami gejala tersebut, sebaiknya periksakan ke Dokter agar dicari tahu penyebabnya. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan fisik dan meminta pemeriksaan tinja. Jika ditemukan telur cacing pada tinja, maka Dokter akan meresepkan obat cacing.

Sumber:
www.idaijogja.or.id/kecacingan/
www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/kapan-balita-perlu-minum-obat-cacing

115total visits,3visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *