oleh dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Halo Ayah dan Ibu Kejora, Apa kabar?

Semoga selalu dalam keadaan sehat. Dalam tiga bulan awal di tahun 2019 banyak sekali yang mengalami demam. Mulai dari demam berdarah dengue atau demam-batuk-pilek yang bisa menyebabkan sesak napas. Semua keadaan ini selalu didahului dengan gejala demam.

Sebetulnya apakah demam itu berbahaya? Atau apakah kita bisa berteman dengan demam?

Sebelum berbicara tentang demam, kita perlu mengetahui bagaimana suhu tubuh kita diatur. Suhu tubuh kita diatur oleh hipotalamus, yang berada di dalam kepala kita. Hipotalamus akan mengatur suhu tubuh kita menetap di kisaran 37oC. Hipotalamus mendapat informasi mengenai suhu dari kulit dan darah. Bila hipotalamus mendapat informasi bahwa suhu lingkungan lebih dingin dari patokan suhu normal, maka tubuh akan memproduksi dan mempertahankan panas. Sebaliknya, bila informasi yang didapat bahwa suhu terlalu tinggi maka hipotalamus akan meminta tubuh untuk mengurangi panas dengan berkeringat dan melebarkan pembuluh darah sehingga permukaan kulit akan memerah sehingga panas bisa keluar dari dalam tubuh.

Demam adalah proses naiknya suhu tubuh di atas normal. Sumber menyatakan bahwa demam adalah suhu tubuh di atas 38oC. Patokan suhu tubuh di hipotalamus dapat berubah menjadi tinggi bila terdapat pyrogen (zat yang dapat menyebabkan demam, bisa mikroorganisme atau bagian dari toksinnya atau sinyal kimia). Suhu tubuh yang meningkat akibat adanya pyrogen akan menyebabkan patokan suhu naik, sehingga suhu tubuh dirasakan lebih rendah dari suhu yang diharapkan, akibatnya seseorang akan menggigil dalam upaya untuk menaikan suhu tubuh dan terjadi demam.

Apa saja efek demam?

Ternyata salah satu efek demam adalah mengaktifkan sel  B dan T. Sel B dan T merupakan bagian dari sel leukosit yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh. Dengan adanya demam, maka tubuh akan lebih aktif dalam melawan infeksi yang masuk sehingga membantu dalam mengatasi infeksi. Setelah beberapa jam demam terjadi maka akan terjadi pengurangan pyrogen, sehingga patokan suhu tubuh akan kembali normal ke 37oC. Sehingga tubuh yang sudah menjadi panas akan berupaya mendinginkan dirinya dengan berkeringat dan melebarkan pembuluh darah.

Demam akan tetap terjadi selama proses infeksi tetap ada dalam tubuh. Dengan melihat baiknya fungsi demam, maka kita perlu berteman dengan demam. Jadi, Ayah dan Ibu Kejora jangan panik bila terjadi demam, namun coba cari penyebab dari demam tersebut dan mari berteman dengan demam.

Sumber:

  1. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/fever/Pages/default.aspx
  2. https://www.rch.org.au/kidsinfo/fact_sheets/Fever_in_children/
  3. https://kidshealth.org/en/parents/fever.html

Editor : drg. Saka Winias., M.Kes., Sp.PM

 

363total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *