oleh dr. Arti Indira, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Vitamin adalah zat organik tertentu yang diperlukan tubuh dalam jumlah kecil untuk mengatur metabolisme. Vitamin dapat diperoleh dari konsumsi makanan dan minuman sehari-hari, namun vitamin tertentu dapat diproduksi oleh tubuh. Sumber berbagai vitamin dapat berasal dari makanan seperti buah-buahan, sayuran, dan suplemen makanan.

Terdapat 13 jenis vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan yang baik. Vitamin tersebut terbagi atas vitamin yang larut dalam air yaitu vitamin C dan B (timin, riboflavin, niasin, asam pantotenat, biotin, vitamin B6, vitamin B12, dan folat) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamn A,D, E, dan K). Walau memiliki peranan yang sangat penting, tubuh hanya dapat memproduksi vitamin D dan vitamin K dalam bentuk provitamin yang tidak aktif.

Vitamin larut dalam lemak tersimpan dalam sel-sel adiposit dan memerlukan lemak agar dapat diserap. Vitamin yang larut dalam lemak akan disimpan jika jumlahnya sudah berlebih dan akan digunakan untuk proses selanjutnya. Apabila mengonsumsi suplemen vitamin A, D, E, dan K secukupnya saja karena bila dikonsumsi berlebihan, vitamin ini tidak dibuang oleh tubuh sehingga dapat berbahaya bagi kesehatan Anda.

Sebaliknya vitamin yang larut dalam air tidak dapat disimpan dalam tubuh, oleh karena itu tubuh manusia perlu mengonsumsi vitamin larut air setiap hari dalam jumlah yang sesuai. Keunggulannya, vitamin jenis ini dapat diserap kapan pun tanpa harus membutuhkan lemak.

Tubuh hanya memerlukan vitamin dalam jumlah sedikit, namun jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka metabolisme di dalam tubuh dapat terganggu karena fungsi vitamin tidak dapat digantikan oleh senyawa lain. Keadaan ini disebut sebagai avitaminosis. Contohnya adalah bila kita kekurangan vitamin C dapat menyebabkan penyakit skorbut, gejalanya antara lain gusi berdarah, mimisan, sendi-sendi terasa nyeri, lemah dan penyembuhan luka akan lambat.

Asupan vitamin juga tidak boleh berlebihan karena dapat menyebabkan gangguan metabolisme pada tubuh. Keadaan ini disebut sebgai hipervitaminosis. Misalnya hipervitamosis A yang dapat berupa akut (pada anak-anak yang tidak sengaja menelan suplemen) atau kronis (minum suplemen vitamin A dosis tinggi dalam jangka panjang) Gejala hipervitaminosis A akut dapat berupa mengantuk, iritabilitas, sakit perut, mual, muntah dan peningkatan tekanan pada otak. Sedangkan toksisitas vitamin A kronis dapat berupa perubahan penglihatan, nyeri tulang, bengkak pada tulang, sensitivitas pada sinar matahari dan kulit kering mengelupas.

131total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *