Berkenalan dengan Positive Discipline

 

 

 

 

oleh Amanda Triwulandari, M. Psi.

Psikolog

Halo, Ayah dan Ibu Kejora.

Sebelum mengenali positive discipline, mari kita berkenalan dengan kata discipline. Kata discipline berasal dari bahasa latin yaitu “disciplina”. Kata “disciplina” sendiri berarti memberikan instruksi atau mengajarkan suatu hal.

Apa itu Positive Discipline?

Positive discipline adalah cara memperkenalkan, mengarahkan dan memberkan contoh kepada anak-anak terkait jenis-jenis perilaku positif dan dapat diterima (acceptable behavior). Melalui positive discipline, anak-anak diberikan arahan atau contoh dengan cara yang tegas (firm) namun tetap hangat. Positive discipline berfokuskan pada relasi orang dewasa (orangtua, kakek-nenek, guru, dan lainnya) dan anak yang dibangun atas dasar rasa aman, hormat, percaya namun tetap diimbangi dengan ketegasan dan batasan yang jelas. Berdasarkan penelitian, maka manusia akan dapat belajar ketika berada dalam lingkungan yang aman.

Positive discipline tentu berbeda dengan proses disiplin menggunakan punishment (hukuman). Proses disiplin dengan cara menghukum membutuhkan aturan yang ketat dan harus dipatuhi serta memberikan hukuman bagi perilaku yang tidak diharapkan. Saat kita memberikan hukuman, anak-anak bisa saja mengikuti hal yang kita inginkan, akan tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama.

Mengapa positive discipline penting?

  • Positive discipline memberikan anak aturan yang jelas namun tetap memperhatikan rasa berharga dalam diri anak tersebut.
  • Membangun rasa saling menghormati antara anak dan orang dewasa.
  • Positive Discipline membuat anak mau mengulang perilaku yang positif, karena melalui positive discipline anak akan merasa dihargai saat melakukan hal yang benar.
  • Membuat anak belajar bahwa mengikuti aturan dan batasan merupakan hal yang biasa dan menyenangkan.

Bagaimana cara melakukannya?

Ada banyak cara untuk menerapkan positive discipline pada anak. Orangtua dapat membeli buku tentang positive discipline atau mencari melalui media elektronik, namun pastikan bahwa sumbernya terpercaya.

Berikut kami rangkumkan beberapa hal untuk melakukan positive discipline:

  1. Jangan berfokus pada perilaku yang salah pada anak, namun tunjukkan perilaku yang benar atau yang diharapkan oleh ayah dan ibu.
  1. Selalu tunjukkan kehangatan kepada anak, akan tetapi tetaplah menjadi orangtua yang tegas dalam memberikan batasan. Batasan tetap diperlukan agar anak dapat berperilaku dalam batas aman dan wajar.
  1. Selalu berikan aturan dan batasan yang jelas dan konsisten.
  1. Bila anak melakukan kesalahan, libatkan anak untuk berdiskusi terkait solusi yang dapat dilakukan bersama.
  1. Selalu berikan quality time pada anak sehingga anak tidak merasa kurang diperhatikan.
  2. Pada kesempatan tertentu, orangtua dapat memberikan pilihan kepada anak. Hal ini membuat anak dapat merasa dilibatkan dan melatih diri untuk bertanggungjawab.

Sekian informasi terkait positive parenting yang dapat kami berikan. Ayah dan Ibu dapat melakukan riset melalui berbagai sumber terkait positive discipline. Terima kasih dan selamat mencoba.

 

Sumber:
Nelson, J. E. D., Tamborksi, M. N. (2016). Positive Discipline Parenting Tools. Harmony Books: New York

150total visits,3visits today