oleh dr. Anesia Tania, SpKK

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Hai, Ayah dan Ibu Kejora! Apakah Ayah dan Ibu pernah menemukan bercak putih pada kulit si Kecil? Bercak putih atau disebut hipomelanosis di kulit merupakan permasalahan yang sering ditemukan pada anak. Keluhan ini seringkali tidak berbahaya, tetapi dapat pula menjadi tanda awal dari penyakit sistemik. Umumnya, bercak putih dibedakan berdasarkan waktu kemunculan (sejak lahir atau tidak) serta berdasarkan adanya keluhan pada organ lain. Berikut merupakan beberapa macam bercak putih pada anak yang sering ditemukan.

  1. Pitiriasis Alba

Pitiriasis alba merupakan bercak putih bersisik yang umumnya berbentuk bulat atau oval dengan diameter 0,5 sampai 2 sentimeter. Pitiriasis alba paling sering ditemukan di pipi, leher, dan lengan anak-anak pada usia 2-16 tahun.

Pitiriasis alba paling sering terjadi pada anak-anak yang memiliki kulit kering. Pada anak, bercak putih ini biasanya disebabkan oleh paparan sinar matahari yang terus-menerus. Keadaan ini sering terjadi pada anak dengan riwayat alergi, misalnya asma, bersin-bersin bila terpapar dingin atau debu, serta biduran.

Pitiriasis alba biasanya dapat hilang sendiri dan tidak berbahaya. Sebagai upaya pencegahan, oleskan tabir surya khusus anak, minimal 30 menit sebelum beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, perhatikan pula kebersihan dan kesehatan kulit dengan mandi menggunakan sabun yang lembut dan pelembap secara teratur setiap selesai mandi.

  1. Tinea Versicolor

Tinea versicolor, atau umumnya dikenal sebagai panu, merupakan infeksi jamur di permukaan kulit. Bercak putih karena infeksi jamur biasanya tampak lebih jelas dengan batas yang lebih tegas dibandingkan pitiriasis alba, dan terkadang disertai rasa gatal ringan. Selain itu, lokasi bercak putih karena jamur biasanya ditemukan di area yang lebih lembap seperti punggung dan pantat. Selain berwarna keputihan, infeksi jamur ini bisa berwarna cokelat atau merah muda.

Kondisi ini biasanya terjadi pada remaja usia 15 tahun. Masyarakat di daerah panas dan lembap sering terkena infeksi ini, terutama mereka yang berkeringat secara berlebihan, mengenakan pakaian yang ketat, sering menggunakan bahan minyak di kulit atau memiliki penyakit tertentu yang dapat memudahkan terjadinya infeksi jamur kulit ini.

Tinea versicolor dapat berulang, sehinggaapabila telah sembuh,seprei dan semua kain yang tersentuh kulit harus segera diganti dan dicuci. Selan itu, kulit anak juga perlu dijaga supaya tetap kering (tidak lembap) dengan memakai pakaian yang menyerap keringat, segera menyeka keringat setelah beraktivitas, dan lebih sering mengganti baju dalam bila berkeringat.

Untuk mendapatkan perawatan kulit lebih lanjut, sebaiknya segera kunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin. Biasanya dokter akan meresepkan krim anti jamur. Walaupun infeksi jamur sudah sembuh, terkadang bercak putih akan menghilang lebih lama. Setelah beberapa minggu, bercak putih baru akan menghilang dan warna kulit yang baru akan menyesuaikan warna kulit asli.

  1. Vitiligo

Vitiligo merupakan kondisi hilangnya pigmen atau warna kulit dan menimbulkan bercak putih di atas kulit. Hingga saat ini, penyebab dari vitiligo belum dapat diketahui secara pasti. Lesi kulit pada vitiligo biasanya berwarna putih susu, berbatas tegas, tidak ada keluhan, dan dapat menyebar secara perlahan ataupun cepat.

Vitiligo sering ditemukan pada bagian tubuh yang terkena paparan matahari, seperti wajah atau tangan, kulit yang memiliki lipatan seperti siku, lutut, atau selangkangan, dan kulit di dekat mata, lubang hidung, pusar, hingga area kelamin. Vitiligo lebih banyak ditemukan pada orang yang bekulit lebih gelap.

Pengobatan vitiligo dapat menggunakan berbagai macam obat topikal dan fototerapi. Segeralah berkonsultasi ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Oleh karena kulit yang mengalami vitiligo kehilangan melanin, maka area tersebut lebih mudah terbakar oleh sinar matahari. Maka dari itu, jangan lupa untuk selalu mengoleskan tabir surya khusus anak di area vitiligo.

  1. Infeksi M. leprae

Bila anak mengeluhkan bercak putih yang terasa kebas atau tidak berkeringat, harus dicurigai adanya infeksi M. leprae. Umumnya bercak putih tersebut akan menebal atau berubah warna menjadi kemerahan. Terkadang keluhan juga disertai rasa kebas.

Apabila anak mengalami bercak putih yang terasa kebas, sebaiknya segera dibawa ke dokter spesialis kulit dan kelamin untuk diperiksa lebih lanjut. Apabila memang ada infeksi M. leprae, biasanya akan dilakukan pengobatan selama 6 sampai 12 bulan.

Ayah dan Ibu Kejora, perlu diingat bahwa meskipun sebagian besar keluhan bercak putih pada anak tidak berbahaya, tetapi bercak putih tersebut tetap perlu diperiksakan ke dokter spesialis kulit dan kelamin, sehingga dapat diketahui penyebabnya dan dilakukan tata laksana yang sesuai.

Sumber:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3764650/

https://www.perdoski.id/news/177-bercak-putih-pada-kulit-anak-haruskah-dikhawatirkan

1318total visits,4visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *