oleh dr. Arti Indira, Sp.GK

Dokter Spesialis Gizi Klinik

Bayi dan anak hanya memerlukan garam dalam jumlah sedikit dalam asupan makan sehari-hari. Namun, karena garam banyak ditambahkan dalam makanan seperti roti, kacang-kacangan dan bahkan biskuit, maka asupan garam dapat menjadi berlebih.

Rekomendasi jumlah garam yang dibutuhkan bayi dan anak adalah:

  • <12 bulan : kurang dari 1 gram garam per hari (< 0,4 gram Natrium)
  • 1-3 tahun : 2 gram garam per hari (0,8 g Natrium)
  • 4-6 tahun : 3 gram garam per hari (1,2 g Natrium)
  • 7-10 tahun : 5 gram garam per hari (2 g Natrium)
  • >11 tahun: 6 gram garam per hari (2,4 g Natrium)

Bayi yang mendapatkan ASI akan mendapatkan garam yang cukup melalui ASI nya, begitu juga dengan bayi yang mendapatkan susu formula mendapatkan garam hampir menyerupai kadar dalam ASI.

Saat mulai pemberian MPASI, jangan menambahkan garam ke dalam makanan bayi karena ginjal bayi tidak dapat memproses garam tersebut dengan sempurna. Selain itu, hindari makanan kemasan yang bukan khusus bayi seperti sereal, biscuit karena mengandung garam dalam jumlah tinggi.

Makanan anak-anak juga banyak sekali yang mengandung tinggi garam, oleh karena itu penting sekali untuk selalu mengecek label nutrisi sebelum mengonsumsi makanan kemasan tersebut. Kita dapat menghitung jumlah garam dalam makanan dengan mengalikan 2.5. misalnya, dalam makanan mengandung 1 gram Natrium per 100 g sama dengan 2,5 gram garam per 100 g. Makanan yang mengandung lebih dari 0,6 gram Natrium per 100 gram termasuk makanan tinggi garam.

Makanan tinggi garam merupakan salah satu penyebab terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi). Hipertensi merupakan faktor risiko untuk penyakit jantung, ginjal dan stroke. Asupan garam sebaiknya dibatasi dalam makan anak sehari-hari untuk mencegah penyakit jantung di masa akan datang.

Garam dalam makanan anak-anak dapat berasal dari:

  • Setiap asupan makan: asupan garam sebanyak 15% saat sarapan, 30% saat makan siang, 39% saat makan malam dan 16% saat makan selingan.
  • Makanan yang sering dikonsumi, sebanyak 43% Natrium yang dikonsumsi anak2 berasal dari makanan yang sering dikonsumsi seperti: pizza, roti, daging olahan, sandwich, snack seperti keripik, keju, nugget, pasta dengan sausnya, makanan Meksiko seperti burrito dan tacos, dan sup.

Tips untuk ortu:

  • Beri contoh makan sehat untuk anak dengan mengonsumsi buah dan sayuran tanpa ditambahkan garam
  • Mengecek label nutrisi sebelum membeli makanan kemasan dan pilih makanan dengan kadar natrium terendah
  • Memberi saran kepada swalayan/pasar menyediakan lebih banyak pilihan makanan dengan rendah garam
  • Jika makan di restoran, meminta untuk disediakan makanan dengan garam yang lebih rendah
  • Di sekolah anak: meminta pengurus kantin untuk menyediakan makanan sehat dengan asupan garam sesuai kebutuhan anak.

318total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *