oleh dr. Meutia Ayuputeri, MRes, IBCLC

Dokter umum, Konselor menyusui

Minggu pertama Bulan Agustus setiap tahunnya selalu diperingati sebagai Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week) untuk meningkatkan kesadaran umum akan pentingnya pemberian ASI pada bayi. Aliansi menyusui dunia memberi tema Foundation of Life pada pekan ASI tahun 2018 ini. Mengapa demikian?

Banyak orang mengatakan bahwa proses menyusui adalah anugerah Tuhan yang bertahan seumur hidup bayi dan ibunya. ASI memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi dari sejak lahir. Bagi ibu, proses menyusui membangun kedekatan emosional dengan si bayi dan melindungi ibu dari risiko perdarahan sehabis melahirkan serta beberapa penyakit (seperti diabetes mellitus, kanker payudara, dan kanker ovarium) di usia lanjut. Selain nutrisi yang lengkap bagi bayi, ASI mengandung enzim aktif yang berperan membantu pencernaan seperti amilase dan lipase serta memerangi mikroba seperti lisosim. Faktor pertumbuhan yang terkandung dalam ASI berperan dalam pematangan usus bayi sehingga bayi dapat lebih baik mencerna dan menyerap nutrisi serta membantu perkembangan sistem saraf bayi.

ASI juga mengandung zat imun yang berperan mencegah infeksi seta alergi seperti sIgA (secretory immunoglobulin A), sel darah putih, dan lain-lain. Antibodi yang sudah dimiliki ibu juga dapat dikeluarkan dalam jumlah sedikit pada ASI untuk memberikan kekebalan tubuh sementara untuk si bayi. ASI juga mengandung ‘zat hidup’ lain seperti hormon pengontrol napsu makan leptin, ghrelin, serta adiponektin. Zat-zat tersebut membuat bayi yang mendapat ASI eksklusif memiliki risiko obesitas rendah pada masa kanak-kanaknya. Seluruh kandungan inilah yang membuat ASI unik dan menjadi bekal terbaik untuk membangun kesehatan si kecil.

189total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *