oleh dr. Dyah Tjintya Sarika, SpM

Dokter Spesialis Mata

 

Halo ayah dan ibu Kejora. Apa kabar keluarga sehat Kejora?

Bulan September ini topik mata yang akan dibahas adalah tentang perdarahan subkonjungtiva.

Apakah ayah dan ibu kejora tahu tentang perdarahan subkonjungtiva ?

Kenapa saya mengangkat topik ini karena kelainan ini sering membuat orang-orang khawatir apalagi bila terjadi pada anak kita sendiri. Kelainan ini dapat terjadi tiba-tiba tanpa disadari dan karena kelainan ini tidak terasa nyeri/sakit dan tidak mengakibatkan penurunan penglihatan kadang anak tidak menyadari namun orang lain seperti orang tua atau guru di sekolah yang panik melihat mata anak tiba-tiba tampak berdarah di bagian putihnya. Perdarahan subkonjungtiva ini terjadi pada lapisan di bawah konjungtiva (antara konjungtiva dan episklera). Pada lapisan tersebut banyak terdapat pembuluh darah sehingga apabila terjadi gesekan dapat pecah dan timbul perdarahan. Ayah dan ibu kejora yuk mari kita bahas apa itu perdarahan subkonjungtiva, penyebabnya dan faktor risiko apa saja dan bagaimana penanganannya.

Apa yang dimaksud perdarahan subkonjungtiva ?

Perdarahan subkonjungtiva merupakan suatu keadaan pecahnya pembuluh darah pada lapisan antara konjungtiva dan episklera. Kelainan ini timbul tiba-tiba/akut, tanpa disertai nyeri dan buram pada mata. Insiden perdarahan subkonjungtiva ini dilaporkan sebesar 2.9% diantara 8726 pasien dan meningkat seiring dengan pertambahan usia banyak ditemukan pada sisi temporal mata. Perdarahan subkonjungtiva dikatakan lebih banyak ditemukan pada laki-laki pada tipe traumatik dan pada perempuan pada perdarahan subkonjungtiva non traumatik. Meskipun dari kepustakaan dikatakan lebih banyak terjadi pada usia dewasa tua namun kondisi ini cukup membuat kepanikan terutama bila terjadi pada anak-anak.

 

Gambar 1. Gambaran lapisan konjungtiva pada mata normal

Apa penyebab dari perdarahan subkonjungtiva?

Penyebab perdarahan subkonjungtiva antara lain :

  1. Trauma mekanik (paling sering) àterkena benturan mainan, tersikut teman saat bermain , terkena lemparan bola, terpukul, terbentur, ataupun mengucek mata
  2. Infeksi konjungtiva /konjungtivitis
  3. Batuk kencang
  4. Bersin
  5. Muntah
  6. Mengedan/mengejan
  7. Mengangkat barang berat

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa kelainan ini sebetulnya lebih banyak ditemukan pada usia dewasa-tua. Sehingga ada beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan perdarahan subkonjungtiva ini antara  lain :

  1. Tekanan darah tinggi
  2. Kencing manis
  3. Konsumsi obat pengencer darah (aspilet, aspirin, clopidogrel, Plavix)
  4. Gangguan jantung
  5. Gangguan darah

Apa saja tanda dan gejala dari perdarahan subkonjungtiva?

  1. Gambaran perdarahan/merah darah pada bagian putih mata
  2. Tidak terasa sakit
  3. Tidak mengganggu penglihatan
  4. Terjadi secara tiba-tiba (setelah trauma atau penyebab lain)

Gambar 2. Gambaran perdarahan subkonjungtiva yang ringan (sebagian konjungtiva)

Gambar 3. Gambaran perdarahan subkonjungtiva yang berat (seluruh konjungtiva)

Bagaimana menangani perdarahan subkonjungtiva pada anak?

Ayah dan ibu kejora, perdarahan konjungtiva ini memang tidak sering terjadi namun seperti yang saya tuliskan di atas kondisi ini cukup mengakibatkan kepanikan pada setiap orang yang mengalaminya terutama bila terjadi pada anak-anak.

Sebenarnya perdarahan subkonjungtiva ini dapat sembuh sendiri tanpa obat namun membutuhkan waktu yang tidak cepat yaitu kurang lebih 14 hari atau 2 minggu. Mekanismenya adalah darah pada lapisan subkonjungtiva tersebut akan diserap perlahan oleh tubuh kita sendiri. Terapi-terapi yang diberikan bertujuan untuk mempercepat terjadinya penyerapan dari darah tersebut. Terapi yang biasa diberikan oleh dokter mata adalah terapi konservatif antara lain :

  1. Air mata buatan/ Artificial tears
  2. Antibiotik tetes : untuk mencegah infeksi sekunder
  3. Agen-agen untuk pembekuan darah : asam traneksamat
  4. Obat untuk mengecilkan pembuluh darah (vasokonstriktor)

Gambar 3. Gambaran kuning pada bagian atas konjungtiva menunjukkan proses penyerapan/penyembuhan

Jadi ayah dan ibu Kejora jangan panik bila menemukan mata anak tampak berdarah setelah bermain/jatuh, tetap tenang dan segeralah bawa ke dokter mata untuk memastikan kondisi tersebut

Referensi :

  1. Keskek NS, Cevher S, Ergin A. Analysis of subconjunctival hemorrhage. Pak J Med Sci 2013; 29(1):132-4
  2. Tarlan B, Kiratli H. Subconjunvtival haemorrhage : risk factor and potential indicators. Clinical ophthalmol 2013;7 : 1163-70
  3. Oxford eye hospital staff. Subconjunctival haemorrhage. 2009. Available from : https://www.ouh.nhs.uk/patient-guide/leaflets/files/100322haemorrhage.pdf
  4. Manchester university staff. Subconjunctival haemorrhage. 2017. Available from : https://mft.nhs.uk/app/uploads/sites/2/2018/04/REH-104.pdf

392total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *