oleh drg. Annisa Sabhrina

Dokter Gigi Umum

Halo Ayah dan Ibu Kejora,

Periode masa kanak-kanak adalah waktu yang tepat bagi Ayah dan Ibu untuk mempersiapkan pertumbuhan dan perkembangan buah hati, tidak terkecuali dengan kesehatan gigi dan mulut. Menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan baik dan benar, merupakan salah satu kebiasaan penting yang bisa dilakukan oleh Ananda. Karena kesehatan mulut yang buruk, bisa mendatangkan penyakit gigi, bahkan menyebabkan kehilangan gigi secara dini. Gigi anak memang bersifat sementara dan akan diganti oleh gigi tetap, namun bila tidak dirawat dengan baik bisa menimbulkan penyakit ataupun kelainan pada gigi dan mulut. Salah satu kelainan yang bisa terjadi pada gigi anak adalah karang gigi (​tartar/kalkulus) yang melekat pada permukaan gigi anak.

Bagaimana bisa terjadi karang gigi pada gigi anak?

Tentu Ayah dan Ibu sebagai orang tua berpikir, bahwa karang gigi atau yang biasa disebut dengan kalkulus, hanya terdapat pada kondisi gigi dan mulut tertentu atau hanya terjadi pada orang dewasa. Namun, karang gigi dan penyakit gusi bisa juga terjadi pada anak.

Karang gigi merupakan mineral keras yang melekat pada permukaan gigi, celah gigi, atau di atas garis gusi. Karang gigi dapat terjadi di semua usia, bahkan pada anak sekalipun.

Apa penyebab karang gigi?

Penyebab karang gigi adalah plak. Plak adalah suatu akumulasi lapisan lunak yang terdiri dari bakteri dan sisa makanan yang tertinggal, terutama karbohidrat, yang menutupi permukaan gigi. Bila plak tidak dibersihkan dengan baik oleh sikat gigi maupun ​dental floss, plak yang terkena kandungan mineral di dalam saliva (air liur) dapat mengeras, sehingga membentuk lapisan karang gigi.

Bagaimana karang gigi dapat berpengaruh terhadap gigi dan gusi?

Kehadiran karang gigi dapat mempersulit proses pembersihan gigi, seperti saat menyikat gigi atau ​dental ​flossing. Karang gigi yang melekat pada permukaan gigi dan tidak terangkat bisa menyebabkan terjadinya lubang pada gigi serta bau mulut.

Karang gigi yang berada di bawah permukaan gigi bisa mengakibatkan efek samping. Efek samping tersebut dikarenakan bakteri yang terkandung di dalam karang gigi dapat membuat infeksi dan merusak gigi. Selain itu, dalam jangka waktu panjang, dapat menyebabkan penyakit gusi atau penyakit periodontal.

Bentuk paling ringan dari penyakit gusi adalah gingivitis. Gingivitis adalah radang pada gusi yang bisa terjadi pada semua tingkatan usia. Ciri yang sering terlihat adalah gusi berwarna kemerahan, bengkak dan mudah berdarah. Bila gingivitis tidak segera ditangani, dapat menimbulkan poket. Poket adalah celah di antara gigi dan gusi yang dapat melebar dan menyebabkan infeksi lanjutan. Infeksi tersebut dapat berlanjut ke infeksi jaringan periodontal atau yang disebut dengan periodontitis.

Apakah karang gigi harus dibersihkan? Dan bagaimana cara menghilangkan plak?

Ya, tentu saja. Ayah, Ibu dan Ananda harus membersihkan karang gigi secara rutin ke dokter gigi. Karena struktur yang keras, karang gigi sulit dibersihkan hanya dengan menyikat gigi ataupun dental flossing.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghilangkan plak dan mencegah terjadinya karang gigi seperti berikut ini:

  • Sikat gigi 2 kali sehari secara tepat, yaitu bulu sikat mengarah ke arah gusi dengan sudut 45 derajat
  • Gunakan pasta gigi ber-fluoride
  • Gunakan ​dental floss ​ untuk menghilangkan sisa makanan di sela gigi
  • Kurangi konsumsi makanan manis
  • Melakukan kontrol rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali

Jadi, karang gigi dapat terjadi pada gigi buah hati Ayah dan Ibu. Selalu cek kondisi gigi secara rutin ke dokter gigi, agar Ayah dan Ibu mengetahui kondisi gigi dan mulut Ananda.

Sumber:
https://www.webmd.com/oral-health/guide/tartar-dental-calculus-overview
https://www.livestrong.com/article/516832-pediatric-tartar-on-teeth/
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4253289/#!po=19.5652

357total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *