oleh Dr. dr. Ariani Widodo, SpA(K)

Dokter Spesialis Anak

 

Halo, Keluarga Sehat Kejora! Tahun ajaran baru sudah dimulai, anak-anak pun banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya. Tiba-tiba tampak beberapa lentingan di wajah dan tubuhnya seperti jerawat namun berisi cairan bening. Mungkinkah itu cacar air? Yuk, kita simak ulasan berikut!

Apa sih Varisela itu?

Cacar air, chickenpox atau istilah medisnya varisela, adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh virus varicella-zoster(VVZ). Virus ini sering menyerang anak-anak, terutama dibawah 12 tahun. Setelah seseorang terkena cacar air, maka virus menjadi tidak aktif (dorman) dan bersembunyi pada sistem saraf. Virus akan menjadi aktif di kemudian hari dan akan menimbulkan penyakit herpes zoster.

Apa saja gejala dari cacar air?

Ayah dan Ibu, gejala awal cacar air seringkali tidak khas, tanpa adanya ruam merah pada kulit. Demam, sakit kepala, nyeri pada tenggorokan atau nyeri perut merupakan gejala yang lebih dahulu timbul. Gejala ini bisa timbul selama beberapa hari, dengan demam dapat mencapai 38.3°– 38.8°C.

Ruam merah yang gatal pada kulit biasanya akan dimulai dari daerah kepala terlebih dahulu, lalu menjalar ke bagian tubuh lainnya, termasuk mulut, lengan, kaki, hingga kemaluan. Ruam dimulai sebagai benjolan berwarna merah kecil yang banyak yang terlihat seperti jerawat atau gigitan serangga, namun akan cepat meluas selama 2 hingga 4 hari dan berkembang menjadi gelembung dengan dinding tipis yang berisi cairan dengan dasar yang kemerahan. Jika gelembung pecah, akan meninggalkan luka terbuka dan cairan di dalamnya mengering dan akan membentuk keropeng coklat.

 

Apakah cacar air menular?

Cacar air sangat menular sekali. Kebanyakan anak akan terkena penyakit ini jika ada saudara di rumah atau teman di sekolah yang sudah terjangkit cacar air sebelumnya, gejala akan timbul 2 minggu setelah kontak dengan saudara atau teman yang sudah sakit.

Penyebaran virus dapat terjadi melalui:

  1. Droplet udara yang keluar saat batuk atau bersin
  2. Kontak kulit langsung dengan cairan dari ruam gelembung yang pecah

Cacar air sangat menular dimulai dari 2 hari sebelum ruam muncul hingga seluruh ruam gelembung menjadi keropeng. Seseorang dengan herpes zoster dapat menularkan cacar air pada orang-orang yang belum terkena cacar air sebelumnya atau belum mendapatkan vaksin.

Karena cacar air sangat menular, maka anak yang terjangkit harus beristirahat di rumah hingga seluruh ruam hilang dan gelembung cairan telah kering menjadi keropeng. Biasanya memerlukan waktu hingga 1 minggu.

Bagaimana perawatan cacar air?

Oleh karena penyebab cacar air adalah suatu virus, jadi tidak membutuhkan pemberian antibiotik. Antibiotik diberikan jika cacar air disertai dengan infeksi bakteri. Hal ini bisa timbul karena anak menggaruk ruam gelembung hingga luka.

Terapi yang benar adalah dengan memberikan obat antivirus yang diresepkan oleh dokter. Hallainyang perlu adalah istirahat yang cukup dan melakukan upaya agar sistem kekebalan tubuh meningkat seperti mengonsumsi vitamin.

Bagaimana cara membuat anak nyaman?

Ayah dan Ibu yang anaknya pernah atau sedang mengalami cacar air mungkin sering mendengar si kecil mengeluhkan rasa tidak nyamannya. Berikut cara yang disarankan untuk mengurangi rasa gatal pada cacar air:

  • Kompres dingin atau mandi dengan air hangat
  • Tepuk-tepuk dengan handuk untuk mengeringkan badan jangan diusap
  • Berikan calamine atau bedak pada daerah yang gatal
  • Untuk rasa nyeri dan gatal di daerah kelamin sebaiknya ditanyakan pada dokter agar dapat diperiksa terlebih dahulu.

Yang tidak kalah penting untuk diingatkan pada si kecil ada untuk tidak menggaruk gelembung-gelembung tersebut. Untuk mencegah garukan:

  • Pasangkan sarung tangan pada si kecil, terutama untuk mencegah garukan selama tidur.
  • Potong kukunya dan jaga tetap bersih.
  • Cukup berikan asetaminofen (parasetamol) untuk mengurangi rasa nyeri.
  • Jangan berikan aspirin pada anak dengan cacar air karena akan menimbulkan penyakit yang lebih buruk dinamakan sindroma Reye.

Kapan si kecil perlu diperiksakan kembali ke dokter?

Kebanyakan cacar air tidak memerlukan pengobatan khusus. Namun ada beberapa keadaan yang mengaharuskan kita membawa anak pada dokter, yaitu pada keadaan:

  • Demam yang tidak membaik lebih dari 4 hari
  • Batuk yang parah hingga menyebabkan kesulitan bernapas
  • Ruam gelembung yang mengeluarkan nanah
  • Sakit kepala yang parah
  • Lemah hingga kesulitan berjalan
  • Muntah yang terus menerus
  • Rasa kaku pada leher

Apakah cacar air dapat dicegah?

Kabar baiknya, cacar air dapat dicegah dengan vaksin varisela loh, Ayah dan Ibu. Jadi, jangan lupa untuk membawa si kecil untuk divaksinasi sesuai jadwalnya. Namun, bila si kecil sudah pernah terkena cacar air maka vaksin varisela tidak diperlukan karena antibodi telah terbentuk.

 

Daftar pustaka

  1. Theresia, Hadinegoro SRS. Terapi Asiklovir pada Anak dengan Varisela Tanpa Penyulit. Sari Pediatri. 2010;11(6):440–4
  2. Vergou T. In : European Handbook of Dermatological Treatments. 3rd ed. Heidelberg, Berlin: Springer; 2015.p. 1005-8.
  3. Nagel MA, Cohrs RJ, Gilden D. Varicella Zoster Virus Infections. In : Viral Infections of the Human Nervous System, Basel:Springer; 2013. 87-114.
  4. Arvin AM. Antiviral therapy for varicella and herpes zoster. Seminars in Pediatric Infectious Diseases. 2002;13(1):12–21.
  5. Flatt A, Breuer J. Varicella Vaccines. British Medical Bulletin. 2012; 103:115-27.
  6. Cronan KM. Chickenpox. 2019. [Cited 2019 Sep]. Available from: https://kidshealth.org/en/parents/chicken-pox.html?WT.ac=ctg#catbacterial-viral

 

567total visits,2visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *