oleh dr. Yulianto Santoso Kurniawan, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

 

Halo, Keluarga Kejora! Pernahkah Ayah dan Ibu mendengar tentang istilah tongue-tie? Apakah benar bayi dengan tongue-tie akan mengalami kesulitan saat menyusu? Apakah tongue-tie dapat mempengaruhi perkembangan bicara anak? Mari kita simak pembahasan mengenai tongue-tie dengan dr. Yulianto, SpA berikut ini ya.

Dok, apa sih sebenarnya tongue-tie itu?

Tongue-tieatau ankyloglossiaadalah suatu kondisi di mana tali lidah/frenulum seseorang tebal atau pendek sehingga membuat lidahnya tidak bisa bergerak dengan bebas. Diperkirakan 10% dari populasi memiliki tongue-tie dan banyak bayi dengan tongue-tie tidak memerlukan tindakan apapun. Tanda-tanda bayi memiliki tongue-tie antara lain:

  • Bagian bawah lidah tebal atau tipis
  • Tidak dapat menjulurkan lidah melewati bibir
  • Tidak dapat mengangkat lidah ke langit-langit (saat menangis)
  • Kesulitan menggerakkan lidah kekiri dan kanan
  • Lidah berbentuk V atau hati saat menjulur ke luar
  • Ujung lidah mendatar

Sumber: https://www.childrens.health.qld.gov.au/wp-content/uploads/images/fact-sheets/tongue-tie-symptoms.jpg

 

Apakah benar bayi dengan tongue-tieakan mengalami kesulitan saat menyusu, Dok?

Tidak semua bayi dengan tongue-tie akan mengalami masalah menyusu. Penting untuk diingat bahwa bayi dengan tongue-tie juga banyak yang bisa menyusui dengan baik. Banyak permasalahan menyusui yang tidak disebabkan oleh tongue tie. Bila terdapat hal-hal seperti:

  • Bayi kesulitan mempertahankan pelekatan (latch-on)
  • Berbunyi saat menyusu
  • Kenaikan berat badan bayi tidak sesuai (<25 gram/hari)
  • Nyeri saat menyusui yang berlangsung sepanjang sesi menyusui
  • Puting Lecet
  • Puting berubah bentuk setelah menyusui

Jika ditemukan salah satu kondisi tersebut, sebaiknya konsultasi dan diskusikan dengan dokter anak Anda.

Lalu, mengenai perkembangan bicara. Apakah tongue-tieakan mengganggu perkembangan bicara anak?

Kondisi tongue-tie tidak menyebabkan anak mengalami gangguan perkembangan bicara atau keterlambatan bicara. Namun, tongue-tie dapat menyebabkan anak sulit mengartikulasikan huruf-huruf tertentu. Selain itu, ada juga masalah mekanik yang dapat terjadi, seperti kesulitan menjilat es krim atau memainkan alat musik tiup.

Selain tanda-tanda tongue-tie yang Dokter jelaskan sebelumnya, apa yang akan dilakukan dokter untuk mendiagnosis tongue-tiepada anak?

Selain dari pemeriksaan fisik, kita bisa menggunakan skor Hazelbaker, yang mengevaluasi penampilan lidah dan fungsi lidah. Bila fungsi lidah tidak terganggu, maka kondisi tongue-tietidak perlu dikhawatirkan. Skor fungsi lidah <11 menunjukkan adanya gangguan dan pada kondisi ini, frenotomi perlu dipertimbangkan terutama bila manajemen laktasi tidak berhasil. Frenotomi diperlukan bila skor penampilan lidah <8 dan skor fungsi lidah <11.

Dapat disimpulkan bahwa tongue-tie bisa menjadi bagian normal dari seorang bayi. Jika ditemukan masalah laktasi pada bayi yang memiliki tongue-tie, utamakan manajemen laktasi terlebih dahulu. Evaluasi penampilan dan fungsi lidah dengan menggunakan skor hazelbaker diperlukan untuk menilai kelayakan indikasi tindakan frenotomi.

Terima kasih atas informasinya ya, Dok. Semoga pembahasan mengenai tongue-tieini bisa bermanfaat untuk Ayah dan Ibu Kejora!

 

Editor: dr. Sunita

Sumber:

https://www.childrens.health.qld.gov.au/fact-sheet-tongue-tie-in-babies/

https://www.stanfordchildrens.org/en/service/ear-nose-throat/conditions/ankyloglossia

https://healthychildren.org/English/healthy-living/oral-health/Pages/Tongue-Tie-Infants-Young-Children.aspx

http://www.bhs.org.au/airapps/Services/au/org/bhs/govdoc/files/references/43040.pdf

 

 

223total visits,1visits today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *