oleh Marcelina Melisa, M.Psi

Psikolog Anak


Halo, Ayah dan Ibu Kejora!

Tidak terasa, ya, ternyata sudah memasuki masa-masa Ujian Nasional dan ujian kenaikan kelas. Nah, menjelang masa ujian seperti ini, anak dituntut untuk semakin banyak mengerjakan soal latihan, mempersiapkan diri, mengalami peningkatan porsi belajar, mengurangi aktivitas berupa hobi atau rekreasi yang biasa dilakukannya, dan lain-lain. Dari sisi orangtua, tuntutan pada anak bertujuan baik yaitu agar anak dapat mengerjakan soal-soal ujian dan mendapatkan hasil yang terbaik. Namun apakah anak memiliki sudut pandang yang sama dengan orangtua? Ataukah anak justru merasa kebebasannya berkurang dan menjadi tertekan serta cemas menjelang ujian?

Sebenarnya perasaan cemas merupakan sebuah perasaan yang wajar. Cemas dalam arti yang positif membuat kita berusaha untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang membuat kita cemas. Misalnya jika anak cemas tidak bisa menjawab soal dalam ujian, maka anak akan belajar dan mengerjakan soal-soal dengan lebih rajin. Namun jika rasa cemas yang dimiliki berlebihan dan mengganggu keseharian, maka kecemasan tersebut sudah harus diwaspadai. Misalnya karena cemas selama satu minggu, nafsu makan anak berkurang drastis dan sulit tidur sehingga menjadi pemurung dan sakit.

Bagaimana cara untuk mencegah anak agar tidak terlalu cemas menjelang ujian sehingga menimbulkan dampak yang negatif? Berikut beberapa tipsnya:

  • Fasilitasi anak untuk dapat belajar sambil bereksplorasi dengan berbagai cara. Mulai dari informasi yang didapatkan dari buku, melalui proyek yang dikerjakan sendiri, menonton tayangan edukasi, hingga datang ke tempat yang memberikan pengetahuan bagi anak (misalnya museum atau planetarium). Dengan membuat anak merasa bahwa belajar bukanlah hal yang menekan, maka anak akan lebih merasa tertantang saat mempelajari materi pelajaran.
  • Ajari anak agar memiliki regulasi diri yang baik. Misalnya dengan membuat jadwal teratur belajar dan mengerjakan tugas selama satu jam setiap hari. Dengan membuat jadwal maka anak akan menjadi terbiasa dan tidak merasa mendapatkan beban apabila harus belajar sebelum ujian. Selain itu, materi pelajaran yang akan dimuat dalam ujian sudah dicicil oleh anak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Zelazo & Lyons (2012), mengajarkan regulasi diri pada anak sejak berusia dini penting untuk mengurangi kecemasan yang berkembang saat di sekolah.
  • Usahakan beberapa saat sebelum ujian (sehari sampai dengan beberapa jam sebelum ujian berlangsung) anak memiliki masa tenang. Kondisi fisik seperti waktu tidur yang cukup juga berpengaruh untuk menurunkan kecemasan.
  • Latih si kecil untuk mempersiapkan peralatan dan segala sesuatu yang akan dibawa dan digunakan saat ujian, pada saat beberapa hari sebelumnya atau minimal sehari sebelum ujian. Dengan persiapan diri yang baik, kecemasan akan berkurang.

Semoga tips-tips di atas dapat membantu Ayah dan Ibu untuk membuat si kecil agar tidak cemas dalam menghadapi ujian, ya! Jangan lupa untuk selalu dukung si kecil agar mendapatkan prestasi yang baik di sekolah. Tetap semangat, Keluarga Kejora!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *